Tautan-tautan Akses

Negara-Negara Kaya Berjanji akan Berikan Vaksin COVID-19


Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dalam pertemuan virtual para pemimpin dunia G7, dari dalam Ruang Kabinet di Downing Street di London, Jumat 19 Februari 2021. (Geoff Pugh/Pool via AP)

Negara-negara kaya dan perusahaan-perusahaan farmasi dijadwalkan mengumumkan tekad untuk memberikan vaksin virus corona kepada negara-negara miskin di dunia, Jumat (19/2).

Pengumuman itu dikeluarkan menjelang pertemuan virtual G7, kelompok negara dengan perekonomian terbesar di dunia, Jumat (19/2), di mana mereka akan membahas cara melawan pandemi global dan membangun kembali ekonomi global. Organisasi Kesehatan Dunia telah memperingatkan bahwa pemberian vaksin yang tidak merata hanya akan memperpanjang pandemi.

Presiden Joe Biden mengunjungi tempat pembuatan vaksin COVID-19 Pfizer, di Portage, Michigan, Jumat, 19 Februari 2021.
Presiden Joe Biden mengunjungi tempat pembuatan vaksin COVID-19 Pfizer, di Portage, Michigan, Jumat, 19 Februari 2021.


Jumat (19/2) menandai pertama kalinya kehadiran Presiden AS Joe Biden dalam pertemuan G7. Setelah itu, ia akan terbang ke Kalamazoo, Michigan, di mana ia akan mengunjungi tempat pembuatan vaksin COVID-19 Pfizer dan bertemu dengan para pekerja yang memproduksi vaksin.

Menurut laporan Associated Press, benua Afrika memiliki lebih dari 100.000 kasus terkonfirmasi di mana terdapat hanya sedikit pasokan vaksin virus corona.

Hari Jumat (19/2), Rusia melaporkan 13.433 kasus baru virus corona dalam periode 24 jam dan 470 kematian.

Institut Penyakit Menular Nasional Jepang mengatakan bahwa varian baru COVID-19 telah muncul di sebuah fasilitas imigrasi di Tokyo.

Sehari setelah negara bagian Victoria di Australia mencabut lockdown terkait COVID-19 selama lima hari, tiga anggota sebuah keluarga dinyatakan positif terjangkit virus corona. Dua di antara tiga orang itu dikarantina di Holiday Inn di bandara Melbourne.

Sebuah laporan di The New York Times mengatakan bahwa seorang perempuan berusia 90 tahun berjalan sejauh enam mil (9,6 km) di salju untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19, Minggu (14/2).

Frances H. Goldman menganggap salju di jalanan terlalu tebal untuk dilalui mobil. Sebagai gantinya, ia mengenakan sepatu bot salju dan menggunakan tongkat pendakian untuk berjalan selama 3.5 jam ke Rumah Sakit Anak-Anak Seattle untuk divaksinasi. Setelah divaksinasi, ia pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Goldman mengatakan, perjalanan itu akan menjadi lebih berat jika ia belum menjalani operasi penggantian pinggul tahun lalu.

Perempuan berusia 90 tahun itu mengatakan ia merasa frustrasi setelah berulang kali menelepon dan mengunjungi situs web dalam upayanya divaksinasi. Teman-teman dan keluarganya ikut membantunya namun gagal. Akhirnya ia berhasil mendapatkan jadwal vaksinasi dan ia tidak akan membiarkan salju menjadi penghalang baginya untuk mendapatkan vaksin.

Kasus COVID-19 di dunia mencapai lebih dari 110 juta, menurut Johns Hopkins Coronavirus Resource Center. Amerika berada di tempat teratas pada daftar kasus terbanyak dengan 27 juta kasus infeksi. India berada pada urutan ke-dua dengan 11 juta kasus, diikuti Brazil dengan 10 juta kasus. [lj/uh]

XS
SM
MD
LG