Tautan-tautan Akses

NATO Setuju Kirimkan Tambahan Pasukan ke Afghanistan


Sekretaris Pertahanan AS Jim Mattis (kiri) berjabat tangan dengan Sekjen NATO Jens Stoltenberg sebelum pertemuan di markas besar NATO, Brussels, Kamis, 29 Juni 2017.

Sekutu NATO telah sepakat untuk menambah pasukan di Afghanistan, dan Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis mengatakan, aliansi tersebut telah memenuhi hampir tiga perempat dari kebutuhan untuk memenuhi misi mereka di negara yang dirobek perang itu.

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg mengatakan 15 negara telah berjanji akan mengisi tambahan pasukan untuk Resolute Support Mission, misi NATO di Afghanistan, dan diharapkan ada pengumuman lebih lanjut dari negara-negara lain.

Stoltenberg mengatakan kepada wartawan di Brussels, Kamis (29/6), ribuan tentara telah diminta untuk membantu melatih dan mendukung pasukan keamanan Aghanistan, namun dia tidak mengatakan berapa banyak yang akan dikerahkan.

Kemudian pada hari itu, Menteri Pertahanan Mattis mengatakan, anggota NATO sedang bersiap untuk mengisi kekuatan yang dibutuhkan guna melaksanakan misi internasional untuk menstabilkan Afghanistan.

"Kami telah mengisi 70 persen kekurangan itu sekarang, dan saya sangat optimistis bahwa berdasarkan apa yang saya dengar di sini, mereka akan mengisi sisanya," kata Mattis.

Dia mengatakan sedang menyelesaikan proposal strateginya untuk diajukan kepada Presiden Donald Trump berdasarkan apa yang ditawarkan sekutu NATO di Brussels dan apa yang direkomendasikan Ketua Gabungan Kepala Staf Amerika Jenderal Joseph Dunford, sekembalinya dia dari Afghanistan.

Mattis mengatakan kepada wartawan, koalisi internasional di Afghanistan, "mungkin telah menarik pasukan kita terlalu cepat." Mantan Presiden Barack Obama memangkas dukungan militer Amerika di negara itu dari sekitar 100.000 pasukan Amerika Serikat pada Mei 2011 menjadi kurang dari 10.000 dalam kurun empat tahun. [ps/al]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG