Tautan-tautan Akses

AS

Bagian dari Restrukturisasi, National Rifle Association Ajukan Petisi Pailit


Markas National Rifle Association of America (NRA) pada 6 Agustus 2020 di Fairfax, Virginia. (Foto: AFP)

National Rifle Association, Jumat (15/1) mengajukan petisi ke pengadilan kepailitan AS untuk mencari perlindungan dari sejumlah kreditor dengan melakukan restrukturisasi, kelompok advokasi hak kepemilikan senjata mengumumkan.

NRA mengajukan petisi Bab 11 di Pengadilan Kepailitan AS di Dallas, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah pers rilis.

NRA berencana akan merestrukturisasi organisasi nirlaba yang terdaftar di Texas agar dapat keluar dari apa yang disebutnya sebagai "lingkungan politik dan peraturan yang korup di New York," negara bagian dimana NRA saat ini terdaftar.

Kelompok yang berpengaruh itu dalam sebuah pernyataan menyebutkan tidak akan ada perubahan langsung pada operasional atau tenaga kerjanya sekaligus menyampaikan "akan melanjutkan upaya memajukan organisasi itu - menghadapi sejumlah aktivitas anti-Amandemen Kedua, mempromosikan keselamatan dan pelatihan senjata api, dan memajukan program bagi masyarakat di seluruh Amerika Serikat."

Amandemen Kedua Konstitusi AS tersebut menjamin hak kepemilikan dan penggunaan senjata.

Agustus lalu, Jaksa Agung negara bagian New York Letitia James menggugat untuk membubarkan NRA, menuduh para pemimpin senior kelompok nirlaba itu mengalihkan dana jutaan dolar untuk penggunaan pribadi dan uang tutup mulut untuk membungkam mantan karyawan yang tetap setia.

Gugatan yang diajukan James di pengadilan negara bagian di Manhattan itu menuduh para pemimpin NRA menggunakan dana organisasi untuk perjalanan keluarga ke Bahama, jet pribadi, dan makan di restoran mahal yang berdampak pada selisih $ 64 juta dalam neraca NRA dalam tiga tahun, mengubah surplus menjadi defisit.

NRA menanggapi itu dengan menggugat James, seorang Demokrat di pengadilan federal, sekaligus menyatakan telah melanggar hak kebebasan berbicara NRA dan berusaha untuk memblokir investigasi tersebut. Proses pengadilan masih menunggu keputusan. [mg/pp]

XS
SM
MD
LG