Tautan-tautan Akses

Nama-nama Tempat Bernada Rasis di Australia Akan Dihapus Dari Peta


FILE - Penduduk asli Australia dari suku Aborigin. Pemerintah Northern Territory di Australia meminta komite formal mencari cara untuk mengganti nama tempat yang menyinggung dengan kata-kata atau frase Aborigin.

Northern Territory (atau Teritori Utara) Australia akan mengganti nama sejumlah tempat penting yang selama ini merendahkan warga pribumi. Langkah ini mengikuti kebijakan serupa di negara bagian Queensland.

Daftar nama resmi tempat penting atau daerah di negara bagian Northern Territory Australia menunjukkan sejumlah istilah yang merendahkan seperti "blackgin."

Istilah ini mengacu pada ungkapan yang digunakan oleh orang kulit putih Australia untuk menggambarkan seorang perempuan Aborigin, atau "gin," yang digunakan untuk layanan seksual. Nama tempat lainnya yang dipandang menghina, termasuk "murdering creeks" dan 'skull holes," yang menunjukkan pembantaian penduduk asli, juga akan diganti.

Pemerintah Northern Territory telah menugaskan sebuah komite resmi untuk mencari cara untuk mengganti nama tempat yang menyakitkan itu dengan kata-kata atau frase Aborigin.

Ketua Menteri Northern Territory, Michael Gunner, mengatakan beberapa nama tempat era kolonial harus diganti. "Ada beberapa nama yang jelas akan diganti, tapi saya pikir sangat penting untuk menarik napas dalam-dalam, memilih kata-kata yang memberi makna dan pengakuan yang tepat bagi suku pertama dan bahasa-bahasa yang sudah ada di sini ribuan tahun sebelum kita."

Langkah serupa sedang dilakukan di negara bagian Queensland, di mana nama-nama yang merendahkan ras tertentu secara resmi dihapus dari peta.

Contoh tempat terkenal yang berhasil diubah menjadi sebutan Aboriginnya adalah Uluru, yang sebelumnya dikenal dengan nama Ayers Rock.

Tapi para akademisi memperingatkan bahwa langkah tersebut mungkin tidak populer di Australia, negara yang dikatakan memiliki masalah dalam mengakui sejarah kolonialnya yang seringkali kejam, di mana kaum pendatang membunuh sejumlah besar orang Aborigin.

Pada bulan Juli, periset mempublikasikan apa yang mereka katakan sebagai peta paling komprehensif sampai saat ini untuk menguraikan pembantaian penduduk asli Australia oleh pendatang Eropa.

Penduduk asli Australia sering mengeluh tentang rasisme dan marginalisasi. Mereka juga mengalami tingkat kesehatan yang buruk, pengangguran tinggi dan pemenjaraan yang tidak proporsional. [as]

XS
SM
MD
LG