Tautan-tautan Akses

MUI akan Keluarkan Sertifikasi Halal untuk Vaksin Covid-19


Seorang karyawan memeriksa jarum suntik Vaksin SARS CoV-2 untuk Covid-19 yang diproduksi oleh SinoVac di pabriknya di Beijing, 24 September 2020. (Foto: Reuters)
Seorang karyawan memeriksa jarum suntik Vaksin SARS CoV-2 untuk Covid-19 yang diproduksi oleh SinoVac di pabriknya di Beijing, 24 September 2020. (Foto: Reuters)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengeluarkan sertifikasi halal untuk vaksin Covid-19 eksperimental yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech yang berbasis di China.

Kantor berita Associated Press, Selasa (8/12), melaporkan bahwa sertifikasi akan menjadi langkah penting dalam upaya program imunisasi di Indonesia yang mayoritas warganya beragama Islam, jika vaksin tersebut disetujui untuk digunakan.

"Dilaporkan bahwa kajian Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal dan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika MUI telah selesai dan telah disampaikan untuk pembuatan fatwa dan sertifikasi halal vaksin oleh MUI. Untuk itu saya ucapan terima kasih," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam video konferensi di Jakarta, Senin (7/12).

Lebih dari 1 juta dosis vaksin Covid-19 eksperimental yang dikembangkan oleh Sinovac tiba di Indonesia pada Minggu (6/12) malam. Pemerintah belum memiliki jadwal kapan untuk memulai program vaksinasi tersebut.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan pada Senin ( 7/12) bahwa vaksin eksperimental harus berhasil menyelesaikan uji klinis tahap ketiga sebelum dapat didistribusikan di Indonesia.

“Pemerintah akan memberikan vaksin yang terbukti aman dan lolos uji klinis sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia,” kata Terawan.

Hermawan Saputra dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia mengatakan 1,2 juta dosis hanya cukup untuk kelompok awal yang terdiri dari 600 ribu orang, karena setiap orang harus mendapat dua dosis.

“Itu tidak terlalu berarti. Pemerintah harus menjamin akan ada cukup (vaksin) untuk didistribusikan ke seluruh negeri,” kata Saputra.

Saputra mengatakan, jika uji coba vaksin lolos uji klinis tahap ketiga, program imunisasi diharapkan bisa dimulai pada pertengahan tahun depan.

Pemerintah telah mengumumkan rencananya untuk menggunakan vaksin dari beberapa produsen berbeda dalam upayanya untuk memvaksinasi masyarakat. Sejauh ini, calon vaksin Sinovac adalah satu-satunya vaksin yang baru tiba di Indonesia.

Senin (7/12), Kementerian Kesehatan mengumumkan 5.754 kasus Covid-19 baru, sehingga total paseien yang terkonfirmasi menjadi 581.550. Angka itu termasuk 17.867 kematian, yang tertinggi di Asia Tenggara. [ah/au/ft]

Recommended

XS
SM
MD
LG