Tautan-tautan Akses

Mortal Kombat, Angkat Kekerasan Fantasi Video Game ke Layar Lebar


Film Mortal Kombat terbaru kembali hadir di layar lebar (dok: "Mortal Kombat" / Warner Bros. Pictures)

Mortal Kombat yang terkenal lewat adegan kekerasan dan adegan berdarah dalam video game kembali hadir di layar lebar dengan cerita yang baru. Film ini menampilkan aktor asal Indonesia, Joe Taslim, yang memerankan tokoh Sub Zero.

Sejak pertama kali dirilis tahun 1992, Mortal Kombat dikenal sebagai video game yang penuh dengan kekerasan dan adegan berdarah. Namun, dua film Mortal Kombat yang sempat hadir di layar lebar pada tahun 1990an dikatakan menampilkan tingkat kekerasan yang diperhalus. Hal ini gagal mengesankan beberapa penggemarnya.

Diangkat kembali dari film-film yang terdahulu oleh Warner Bros., film Mortal Kombat yang baru bertujuan untuk lebih menunjukkan keseruan dari video gamenya, dibandingkan dengan film-film yang sebelumnya.

Film "Mortal Kombat" Angkat Kekerasan Fantasi Dalam Video Game ke Layar Lebar
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:06:11 0:00

“Kekerasan merupakan bagian yang fundamental dari video game Mortal Kombat,” ujar aktor Josh Lawson yang memerankan tokoh Kano, kepada Reuters.

“Kalau Anda mengurangi kekerasan dalam film itu, saya akan bilang bahwa Anda tidak benar-benar memberikan yang semestinya. Film ini telah berusaha sejauh mungkin mempertunjukkan yang ada dalam video game tersebut,” tambahnya.

Aktor Hiroyuki Sanada (kiri) dan Joe Taslkim saat berlaga dalam Mortal Kombat (dok: "Mortal Kombat" / Warner Bros. Pictures via AP)
Aktor Hiroyuki Sanada (kiri) dan Joe Taslkim saat berlaga dalam Mortal Kombat (dok: "Mortal Kombat" / Warner Bros. Pictures via AP)

Aktor Joe Taslim yang memerankan tokoh Sub Zero mengatakan, kalau biasanya melihat karakter-karakter Mortal Kombat dalam video game, kini ia bisa bertemu langsung.

“Biasanya Anda memainkan video gamenya di depan monitor. Kini karakter-karakternya ada bersama saya. Kami berteman, makan siang dan minum kopi bersama. Tapi ketika kamera sudah menyala, maka kami harus beraksi dan siap berakting,” kata Joe Taslim kepada Reuters.

Mehcad Brooks (kiri) dan Joe Taslim saat beraksi dalam film "Mortal Kombat" (dok: Mark Rogers/Warner Bros. Pictures via AP)
Mehcad Brooks (kiri) dan Joe Taslim saat beraksi dalam film "Mortal Kombat" (dok: Mark Rogers/Warner Bros. Pictures via AP)

Film Mortal Kombat mengikuti tokoh baru bernama Cole Young, yang diperankan oleh aktor Lewis Tan. Ia dan keluarganya mengetahui tengah diburu oleh tokoh Sub Zero, yang memiliki kekuatan es. Sub Zero selalu memburu orang-orang yang memiliki tanda lahir misterius, seperti yang dimiliki oleh Cole Young.

Cole Young lantas bertemu dengan orang-orang lain yang memiliki tanda lahir seperti dirinya, termasuk Liu Kang yang memiliki kekuatan api dan Kung Lao yang menggunakan topi logamnya sebagai senjata.

Semua telah ditakdirkan untuk bertarung di turnamen misterius Mortal Kombat untuk membantu melindungi Bumi. Para sineas yang menggarap film ini hampir tidak pernah menggunakan teknologi komputer untuk menghasilkan efek visual. Sebagian besar yang terlihat dari film berasal dari apa yang direkam dengan kamera.

Aktor Lewis Tan dalam sebuah adegan di film "Mortal Kombat" (dok: Warner Bros. Pictures via AP)
Aktor Lewis Tan dalam sebuah adegan di film "Mortal Kombat" (dok: Warner Bros. Pictures via AP)

Para aktor dalam film “Mortal Kombat” ini sangat beragam, dan berasal dari berbagai belahan dunia. Lewis Tan sendiri adalah aktor keturunan Inggris dan Tionghoa.

“Saya bangga mewakili pria Asia di arena dimana mereka jarang terwakili, yaitu dalam peran heroik. (Pria Asia) biasa direpresentasikan sebagai seniman bela diri dalam film. Namun, tidak pernah benar-benar sebagai pahlawan dalam skala besar di film barat.”

"Mortal Kombat" angkat kekerasan fantasi dalam video game ke layar lebar (dok: "Mortal Kombat" / Warner Bros. Pictures)
"Mortal Kombat" angkat kekerasan fantasi dalam video game ke layar lebar (dok: "Mortal Kombat" / Warner Bros. Pictures)

Film Mortal Kombat yang disutradarai oleh Simon McQuoid diputar melalui layanan streaming HBO Max dan di bioskop-bioskop Amerika tanggal 23 April. Namun telah tayang terlebih dahulu di berbagai negara sejak 8 April lalu. Film ini telah memakan biaya sekitar 95 juta dolar Amerika. [di/aa]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG