Tautan-tautan Akses

AS

Miliarder Robert Brockman Dikenakan Tuntutan Pelanggaran Pajak Terbesar di AS


Lembar pelaporan pajak dari Dinas Perpajakan AS di Zelienople, AS, 13 Februari 2019.

Kantor berita Reuters melaporkan, eksekutif teknologi dari Houston, Robert Brockman, menghadapi tuntutan penghindaran pajak.

Ini merupakan kasus penghindaran pajak terbesar dalam sejarah Amerika Serikat dan berhasil dibawa ke meja hijau setelah rekan miliardernya, Robert Smith, bersedia bekerja sama dengan penegak hukum guna menghindari penuntutan dirinya sendiri.

Kejaksaan Federal AS mengumumkan hal itu pada Kamis (15/10).

Brockman, usia 79 tahun adalah CEO dari Reynolds and Reynolds Company, Kamis (15/10) menghadapi dakwaan dari Dinas Perpajakan AS (Internal Revenue Service/IRS) bahwa dia tidak melaporkan pendapatan sebesar $2 miliar (sekitar Rp 24,5 trilliun) selama lebih dari dua dekade. Dia memanfaatkan jaringan bisnis offshore di Bermuda dan St. Kitts and Nevis.

Tuduhan itu mengatakan, Brockman menunjuk orang-orang tertentu untuk mengelola entitas offshorenya untuk dirinya, dan lewat car aitu menyembunyikan keterlibatan dirinya. Dia menciptakan sebuah sistem email terenkripsi dan menggunakan kata-kata sandi seperti “Permit,” “Red Fish,” dan “Snapper” untuk berkomunikasi.

Pada sebuah konferensi pers di San Francisco, Penuntut Federal Amerika David Anderson mengatakan, Brockman juga dituduh mengoperasikan sebuah “skema penipuan sekuritas”, di mana dia membeli dan menjual sekuritas hutang perusahaannya sendiri. Dengan para investor dia sudah berjanji tidak akan membeli atau menjual hutang perusahaannya sendiri.

Dia dihadapkan pada tujuh butir tuduhan penghindaran pajak, enam butir tuduhan kegagalan melaporkan rekening di bank asing, serta berbagai butir tuduhan lain seperti penipuan kawat, pencucian uang, serta menghilangkan barang bukti. [jm/pp]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG