Tautan-tautan Akses

AS

Menteri Pertahanan AS Undur Diri Februari 2019


Menteri Pertahanan AS Jim Mattis berbicara di Pentagon, 15 Agustus 2017.

Menteri Pertahanan Amerika James Mattis akan meninggalkan jabatan Februari mendatang, Presiden Trump mengumumkan Kamis (20/12) sore.​

"Jenderal Jim Mattis akan pensiun, dengan pencapaian besar, pada akhir Februari, setelah mengabdi dalam pemerintahan saya sebagai Menteri Pertahanan selama dua tahun terakhir," ujar Trump di Twitter.

Berita itu muncul sehari setelah Trump mengatakan bahwa pasukan Amerika akan meninggalkan Suriah, langkah yang ditentang Pentagon.

Sementara Trump mengatakan Mattis akan pensiun, Mattis merilis surat di Pentagon yang menunjukkan ia mengundurkan diri.

Pasukan dukungan Amerika membuat kemajuan stabil dalam melawan ISIS selama beberapa tahun. Jumat lalu, mereka merebut kubu terakhir ISIS di Suriah timur, Kota Hajin, kemungkinan itu yang mendorong Trump menyatakan kemenangan.

Trump dan Mattis tidak sependapat tentang masalah itu. Mengalahkan ISIS hanyalah satu dari tiga rencana Mattis untuk Suriah yang dibeberkan Agustus lalu sebelum mengurangi pasukan Amerika di Suriah. Ia mengatakan Amerika juga harus melatih pasukan lokal yang bisa mengambil peran menekan militan, dan proses perdamaian PBB harus maju menuju resolusi dalam perang saudara Suriah.

Selain Suriah, Mattis dan Trump juga berbeda pendapat mengenai Presiden Rusia Vladimir Putin.

Mattis yakin presiden Rusia mencoba merusak NATO dan menyerang negara-negara demokrasi Barat. Tetapi Trump memuji keterampilan kepemimpinan Putin dan baru-baru ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu Amerika karena meminta Rusia dimasukkan lagi dalam kelompok negara industri besar. Rusia dikeluarkan dari apa yang kala itu disebut Kelompok Delapan setelah mencaplok Krimea dari Ukraina.

Sumber ketegangan lain adalah kesepakatan nuklir Iran.[ka]

XS
SM
MD
LG