Tautan-tautan Akses

AS

Menlu Pompeo: AS Lanjutkan Penyelidikan atas Pembunuhan Jurnalis Khashoggi


Menlu Amerika Mike Pompeo berpose di dekat patung Presiden Ronald Reagan di Budapest, Hongaria, Senin (11/2).

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo mengatakan Amerika akan melanjutkan penyelidikan terhadap pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi, dan menegaskan bahwa “Amerika tidak menutupi pembunuhan itu.”

Jamal Khashoggi adalah kolumnis suratkabar The Washington Post yang kerap mengkritisi Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Ia terakhir kali terlihat memasuki kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, awal Oktober lalu. Hingga kini keberadaannya tidak diketahui dan jasadnya tidak pernah ditemukan.

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo yang sedang berada di Hongaria sebagai bagian lawatannya ke Eropa Timur, mengatakan meskipun tidak berhasil memenuhi tenggat yang ditetapkan Kongres untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab terhadap pembunuhan Khashoggi, pemerintah Amerika akan melanjutkan tanggapannya atas kasus itu.

“Amerika telah mengambil lebih banyak langkah untuk menanggapi pembunuhan tragis Jamal Khashoggi, dan kami akan terus melakukan lebih banyak tindakan lagi. Melanjutkan penyelidikan kami. Kami akan bekerja dengan tekun.. Presiden telah menegaskan dengan sangat jelas, tidak bisa lebih jelas lagi, bahwa begitu kami memperoleh tambahan informasi maka kami akan menyeret mereka yang bertanggung jawab ke meja hijau,” tegasnya.

Setelah selama beberapa minggu menyangkal bahwa Khashoggi telah dibunuh di kantor konsulatnya di Istanbul, Arab Saudi kemudian mengakui bahwa wartawan itu dibunuh oleh apa yang disebutnya sebagai “agen-agen Arab Saudi yang jahat.” Kerajaan itu kemudian mendakwa 11 orang yang terlibat dalam pembunuhan itu.

Suratkabar The New York Times pekan lalu melaporkan bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman tahun 2017 pernah mengatakan bahwa ia akan menggunakan “peluru” terhadap Khashoggi, jika wartawan itu tidak pulang ke tanah air dan berhenti menulis kritik terhadap pemerintahan Saudi.

Menteri Urusan Luar Negeri Arab Saudi Adel Al Jubeir menolak mengomentari laporan suratkabar itu, tetapi mengatakan bahwa putra mahkota itu tidak memerintahkan pembunuhan tersebut. (em)

XS
SM
MD
LG