Tautan-tautan Akses

Menlu: Kerjasama ASEAN-Rusia Penting Untuk Atasi Dampak Covid-19


Menlu Retno Marsudi saat menerima kunjungan Menlu Rusia Sergey Lavrov (kiri) di kantor Kementerian Luar Negeri di Jakarta hari Rabu 9 Agustus 2017 (foto: ilustrasi/dok)..

Menlu Retno Marsudi mengatakan pandemi Covid-19 harus jadi momentum untuk membangun kerjasama yang lebih kuat dengan banyak negara, termasuk ASEAN dan Rusia. Menurut Retno, ASEAN-Rusia menghadapi tantangan yang sama yaitu agar dapat segera mengatasi penyebaran pandemi dan dampak sosial ekonominya.

Dalam jumpa pers secara virtual di kantornya, Rabu (17/6), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan pentingnya kerjasama di antara semua negara, termasuk antara negara-negara yang tergabung dalam ASEAN dan Rusia, dalam menangani pandemi Covid-19. Hal tersebut juga disampaikannya dalam pertemuan khusus antara menteri-menteri luar negeri ASEAN dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov yang membahas soal Covid-19 yang berlangsung melalui konferensi video hari ini.

Retno menekankan pandemi Covid-19 ini harus menjadi momentum untuk membangun kerjasama yang lebih kuat sebab semua negara, termasuk negara-negara anggota ASEAN dan Rusia menghadapi tantangan yang sama untuk dapat mengatasi penyebaran pandemi dan dampak sosial ekonominya.

Menurut Retno, Indonesia ingin kerjasama multilateral lebih baik, lebih efektif, dan lebih efisien; yang mengedepankan kepentingan kolektif dan dapat mencegah pihak paling kuat mengambil segalanya.

Pada pertemuan para menteri luar negeri ASEAN dan Rusia itu, Retno menyampaikan tiga usulan terkait kerjasama kedua pihak. Usulan pertama adalah kerjasama dalam mengembangkan vaksin dan obat untuk Covid-19.

"Kolaborasi ASEAN dan Rusia dibutuhkan untuk menjamin akses dan harga yang terjangkau bagi seluruh negara. Rusia memiliki teknologi yang baik. Kita mengetahui sembilan dari sekitar 130 vaksin kandidat saat ini berasal dari Rusia,” ujar Menlu Retno.

Menlu Retno Marsudi dalam pertemuan para menteri luar negeri ASEAN dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov yang dilakukan secara virtual, Rabu (17/6) (Courtesy Kemlu RI)
Menlu Retno Marsudi dalam pertemuan para menteri luar negeri ASEAN dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov yang dilakukan secara virtual, Rabu (17/6) (Courtesy Kemlu RI)

Rusia menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dalam hal obat Covid-19, yang ditandai dengan sertifikasi terbaru berjenis Avifavir dan Levilimab sebagai obat yang dapat menyembuhkan pasien Covid-19 di Rusia. Indonesia mendorong Rusia untuk menjadi aktor terdepan dalam meningkatkan tata kelola kesehatan publik di kawasan, termasuk mencegah krisis dan pandemi di masa yang akan datang.

Hal tersebut, menurut Retno, bisa dilakukan melalui pembentukan mekanisme kawasan untuk pencegahan penyakit menular di ASEAN, mendukung ASEAN Covid-19 Response Fund melalui mobilisasi dana kerja sama ASEAN - Rusia yang telah ada, pembentukan cadangan pasokan kebutuhan medis regional serta pengembangan kapasitas untuk kedokteran militer.

Di samping itu, Indonesia mengusulkan kolaborasi dalam rangka pemulihan ekonomi pasca pandemi. Sebab seperti dirasakan dampak pandemi ini sangat memukul ekonomi negara-negara khususnya di Indonesia senidiri.

Dalam pertemuan khusus tersebut, menurut Retno, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pandemi Covid-19 tidak akan memperlemah kemitraan strategis antara ASEAN dan Rusia. Selain itu, Lavrov menekankan pentingnya kerjasama ASEAN dan Rusia, yang direfleksikan dalam bentuk Rencana Aksi untuk 2021-2025.

Lavrov, lanjut Retno, juga mengajak ASEAN bekerja sama dalam rangka multilateral, termasuk menegaskan pentingnya peran WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) dalam mengatasi pandemi Covid-19 dan bekerjasama untuk mengatasi dampak ekonominya.

ASEAN Dinilai Dapat Manfaatkan Pencapaian Rusia

Dr. Teuku Rezasyah, Pengamat Hubungan Internasional (foto: courtesy).
Dr. Teuku Rezasyah, Pengamat Hubungan Internasional (foto: courtesy).

Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran, Bandung Teuku Rezasyah, mengatakan pencapaian Rusia di dunia kedokteran luar biasa. Negara Beruang Merah itu sudah bisa melakukan beragam simulasi di tingkatan nano teknologi dan mampu melakukan riset dengan standar laboratorium yang sangat tinggi.

"Kerjasama ini (ASEAN-Rusia dalam menangani Covid-19) bisa membantu mereka mempercepat pencapaian target-target di Komunitas ASEAN. Ini lingkupnya ASEAN Social Cultural Community, tapi nanti akan ada nilai tambahnya pada ASEAN Political Security Community dan ASEAN Economic Community," ujar Rezasyah.

Sebelum sampai pada aspek teknis dari kerjasama terkait pandemi Covid-19, Rezasyah menyarankan supaya ASEAN memiliki posisi bersama.

"Karena nanti begitu masuk kerjasama teknisnya, seperti pembuatan vaksin, tentunya tiddak semua laboratorium di ASEAN itu siap. Jangan sampai nanti hak patennya itu bermasalah di kemudian hari kalau kita nggak kompak. Karena Rusia pasti sudah punya pengalaman di bidang filosofi kesehatan, pengalaman dalam riset kesehatan, dan tidak mustahil mereka sudah punya vaksin yang cocok dengan Asia Tenggara," ujar Rezasyah.

Rusia memiliki 545.458 kasus positif Covid-19, atau negara ketiga yang memiliki jumlah kasus tertinggi setelah AS dan Brasil. Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus positif Covid-19 di kawasan ASEAN mencapai 120.151 kasus. [fw/em]

Menlu: Kerjasama ASEAN-Rusia Penting Untuk Atasi Dampak Covid-19
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:49 0:00

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG