Tautan-tautan Akses

Menlu Inggris: Tak Ada Rencana Serangan Militer terhadap Suriah


Menteri luar negeri Inggris Boris Johnson memberikan pernyataan pada acara dengan BBC di London, Minggu (15/4).
Menteri luar negeri Inggris Boris Johnson memberikan pernyataan pada acara dengan BBC di London, Minggu (15/4).

Menteri luar negeri Inggris mengatakan tidak ada rencana untuk melancarkan serangan militer terhadap Suriah tetapi negara dan sekutunya akan mempertimbangkan tindakan lebih jauh, kalau pemimpin Suriah Bashar al-Assad menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya di masa depan.

“Tidak ada usul yang dibicarakan saat ini untuk serangan lebih jauh karena sebegitu jauh, syukurlah, rezim Assad tidak begitu bodoh untuk melancarkan lagi serangan senjata kimia,” kata Boris Johnson kepada BBC.

Amerika, Perancis, dan Inggris melancarkan serangan Sabtu dini hari, menembakkan 105 misil terhadap tiga sarana senjata kimia Suriah – satu di ibukota Damaskus dan dua lainnya dekat Homs, dekat perbatasan dengan Lebanon utara.

Para pejabat militer Amerika mengatakan pemeriksaan awal menunjukkan setiap misil mengenai sasarannya, mengubah sarana itu menjadi puing-puing sementara menghindarkan korban sipil.

Tindakan tersebut adalah sebagai tanggapan atas serangan baru-baru ini di kota Douma yang menewaskan lebih dari 40 orang dan ratusan lainnya jatuh sakit. Amerika dan sekutunya menuduh pasukan Assad menggunakan senjata kimia. Suriah dan Rusia membantahnya.

Para pejabat pertahanan Amerika mengatakan mereka sangat yakin gas klorin digunakan dan masih memeriksa bukti-bukti yang memberi indikasi adanya gas sarin. Tetapi Sabtu malam, para pejabat pemerintah menyebut bukti itu “tidak dapat dibantah.”

Kementerian Luar Negeri Suriah mengutuk apa yang disebutnya “agresi Amerika-Inggris-Perancis yang brutal . . . yang merupakan pelanggaran terang-terangan hukum internasional.”

Rusia juga mengecam operasi yang dipimpin Amerika itu sebagai kegagalan, dengan mengatakan sebagian besar roket atau misil yang ditembakkan ke Suriah dicegat oleh sistem pertahanan udara pemerintah.

Presiden Donald Trump menyebut tindakan militer bersama itu “serangan yang dilaksanakan dengan sempurna. Melalui Twitter hari Sabtu, ia mengucapkan terima kasih kepada Perancis dan Inggris atas “kebijaksanaan dan kekuatan militer mereka yang sangat baik . . .Hasilnya sangat baik. Misi tercapai,” demikian cuitan Trump.

Duta besar Amerika untuk PBB Nikki Haley memperingatkan bahwa Amerika “siap-siaga” kalau Suriah menggunakan senjata kimia lagi. [gp]

XS
SM
MD
LG