Tautan-tautan Akses

Menlu: Indonesia Tegaskan Komitmen Bantu Palestina


Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

Indonesia akan terus berkomitmen memberikan dukungan dan bantuan bagi perjuangan bangsa Palestina menjadi negara merdeka dan berdaulat. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan selain dukungan politik yang selama ini diberikan terhadap perjuangan bangsa Palestina, Indonesia terus berusaha memberikan bantuan konkrit bagi rakyat Palestina.

Komitmen itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki dalam konsultasi bilateral pertama Indonesia-Palestina yang digelar di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (16/10). Dalam jumpa pers bersama usai konsultasi bilateral tersebut, Retno menjelaskan selain dukungan politik yang selama ini diberikan terhadap perjuangan bangsa Palestina, Indonesia terus berusaha memberikan bantuan konkrit bagi rakyat Palestina.

Retno menambahkan pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk meningkatkan bantuan yang signifikan kepada United Nations Relief and Works Agency (UNRWA), badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurusi pengungsi Palestina, dari US$ 200 ribu menjadi US$ 2 juta untuk periode 2019-2020. Kontribusi ini diberikan untuk pengembangan kapasitas sumber daya masyarakat Palestina untuk tiga tahun ke depan, dalam kerangka Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD).

Selain itu, kata Retno, Baznas (Badan Zakat Nasional) juga memberikan bantuan dana kepada UNRWA dan Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO) untuk pengungsi Palestina.

"Ini merupakan inovasi pertama, dimana zakat disalurkan untuk para pengungsi, dalam hal ini adalah pengungsi Palestina. Masih terkait pengembangan kapasitas, forum rektor dan juga Universitas Padjadjaran memberikan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa Palestina," katanya.

Retno mengatakan beasiswa di sekolah penerbang untuk para calon pilot Palestina juga sedang dalam proses. Indonesia melalui Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) juga sedang memberikan pelatihan bagi sejumlah warga Palestina mengenai pengawasan obat dan makanan yang saat ini sedang berlangsung.

Sejak 2008, Indonesia telah melatih 1.887 aparat dan warga Palestina dalam 171 bidang keahlian, termasuk bidang pemerintahan, penegakan hukum, pengawasan obat dan makanan, dan berbagai bidang teknis lainnya.

Tahun depan, Indonesia akan melatih 90 aparat dan warga Palestina di bidang pemberdayaan perempuan, good governance, dan budidaya buah-buahan tropis, bidang pengawasan obat dan makanan serta pelatihan penerbangan dengan sertifikat Commercial Pilot License (CPL) di sekolah penerbang Indonesia.

Retno menjelaskan dalam dua tahun terakhir, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Amman, Yordania, mencatat bantuan masyarakat Indonesia untuk Palestina mencapai US$ 629 ribu atau sekitar Rp 10 miliar dan beras dua ribu ton.

Selain itu, Indonesia akan membangun fasilitas desalinasi air, pengadaan obat-obatan senilai US$ 700 ribu. Retno dan Riyadh juga membahas mengenai rencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membangun Rumah Sakit Indonesia di Kota Hebron, Tepi Barat.

Pada kesempatan itu, Retno mengungkapkan, filantropis Indonesia, Dato Tahir juga telah memberikan bantuan sekitar Rp 20 miliar atau US$ 1,3 juta untuk UNRWA. Dia merasa yakin langkah Dato Tahir itu akan diikuti filantropis Indonesia lainnya.

Konsultasi bilateral yang dilangsungkan di Jakarta hari Selasa (16/10) merupakan konsultasi bilateral pertama sejak Indonesia dan Palestina membuka hubungan diplomatik hampir tiga dasawarsa lalu.

Retno mengatakan Riyad sengaja datang ke Indonesia untuk berpatisipasi dalam “Pekan Solidaritas Untuk Palestina” yang berlangsung di Bandung dan Jakarta, pada 13-17 Oktober 2018. Pekan Solidaritas buat Palestina ini, lanjut Retno, merupakan refleksi dan simbol konsistensi dukungan dari pemerintah serta rakyat Indonesia bagi perjuangan rakyat Palestina. Dia menegaskan Indonesia bersatu untuk rakyat Palestina.

Dalam konsultasi bilateral tersebut, kata Retno, kedua pihak membahas tentang kerjasama ekonomi antara kedua negara.

"Untuk mendorong kegiatan ekonomi di Palestina, Indonesia telah mengimplementasikan penerapan pajak 0 persen bagi produk unggulan Palestina, yaitu kurma dan minyak zaitun," tukasnya.

Retno berharap kebijakan itu akan diikuti oleh negara lainnya sehingga dapat mendorong kegiatan ekonomi produktif di Palestina; dan diharapkan akan semakin mendorong interaksi antara pebisnis Indonesia dan Palestina, termasuk pembentukan Dewan Bisnis Indonesia-Palestina.

Menlu Palestina Riyad al-Maliki
Menlu Palestina Riyad al-Maliki

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki menyampaikan apresiasi atas undangan pemerintah Indonesia untuk berpartisipasi dalam “Pekan Solidaritas buat Palestina” dan konsultasi bilateral pertama antara kedua negara.

Riyad juga menyampaikan pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo hari Senin (15/10) di mana ia menyampaikan salam dan undangan dari Presiden Palestina Mahmud Abbas kepada Joko Widodo untuk mengunjungi Palestina. Riyad juga berterima kasih kepada Joko Widodo atas posisi Indonesia yang selalu mendukung Palestina dalam perjuangan bangsa Palestina untuk menuntut hak mereka menjadi negara merdeka dan berdaulat.

"Indonesia mulai dari presiden sampai sebagian besar rakyatnya, semua memiliki posisi yang sama untuk menyokong perjuangan bangsa Palestina untuk memperoleh hak mereka menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat. Pemerintah dan masyarakat Indonesia memberikan kami semua dukungan dan bantuan untuk mengembangkan kapasitas sumber daya manusia, lembaga, dan persiapan untuk membentuk sebuah negara," tutur Riyad. [fw/em]

Lihat komentar (6)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG