Tautan-tautan Akses

Menlu AS ke Eropa untuk Tingkatkan Aliansi


Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berpidato di depan media setelah pembicaraan tertutup pagi hari antara Amerika Serikat dan China setelah pertemuan dua hari mereka di Anchorage, Alaska pada 19 Maret 2021. (Foto: AFP)
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berpidato di depan media setelah pembicaraan tertutup pagi hari antara Amerika Serikat dan China setelah pertemuan dua hari mereka di Anchorage, Alaska pada 19 Maret 2021. (Foto: AFP)

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken tiba di Brussels pada hari Senin (22/3) untuk mengadakan pertemuan pekan ini. Menurut Departemen Luar Negeri, pertemuan itu dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan dengan sekutu-sekutu NATO dan kemitraan dalam berbagai isu seperti perubahan iklim, kontraterorisme dan upaya yang masih terus berlangsung untuk memerangi pandemi virus corona.

Blinken dijadwalkan ambil bagian dalam pertemuan menteri-menteri luar negeri NATO hari Selasa (23/3) dan Rabu (24/3), dan juga mengadakan pembicaraan dengan Sekjen NATO Jens Stoltenberg.

“Ini akan menjadi peluang bagi Menteri Blinken dan menteri-menteri luar negeri untuk mendiskusikan prakarsa NATO 2030,” kata Penjabat Asisten Menteri Luar Negeri untuk Biro Urusan Eropa dan Eurasia Philip Reeker kepada wartawan menjelang lawatan Blinken.

“Proposal berdasarkan prakarsa 2030 untuk adaptasi aliansi, keprihatinan terkait China dan Rusia, serta perubahan iklim, keamanan siber, ancaman gabungan, memerangi terorisme, keamanan energi – jelas pandemi global masuk juga, dan berbagai tantangan umum yang kita hadapi bersama,” lanjutnya.

Setelah empat tahun kebijakan luar negeri di bawah mantan Presiden Donald Trump yang berfokus hanya memprioritaskan kepentingan AS, Reeker mengatakan Blinken akan menyampaikan pidato di Brussels yang membeberkan komitmen untuk “membangun kembali dan merevitalisasi aliansi” seraya menyoroti pentingnya NATO.

“Kita tahu kita akan lebih kuat dan lebih baik dalam mengatasi berbagai tantangan apabila kita menghadapinya bersama-sama, dan kami akan memodernisasi aliansi, memperbaikinya sesuai yang diperlukan, dan mengatasinya bersama dunia sewaktu menghadapinya,” ujar Reeker.

Blinken juga dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell. Departemen Luar Negeri menyatakan berbagai masalah yang masuk agenda mencakup upaya-upaya pemulihan ekonomi sebagai tanggapan atas pandemi virus corona dan menangani “berbagai tantangan global yang muncul dari Iran, Rusia dan China.”

Khusus mengenai Iran, Reeker mengatakan Blinken akan berkonsultasi dengan sejawat-sejawatnya di Uni Eropa mengenai prospek Amerika Serikat dan Iran bersama-sama kembali ke perjanjian yang ditandatangani pada tahun 2015, yang membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi-sanksi. AS, yang meninggalkan perjanjian itu di bawah pemerintahan Trump pada tahun 2018, dan Iran, yang menanggapi dengan mengambil langkah-langkah yang menjauh dari komitmennya, telah menyatakan kesediaan untuk mengikuti perjanjian itu lagi. Akan tetapi masing-masing pihak telah mengisyaratkan keinginan agar pihak lain yang harus memulainya lebih dulu.

Bagian akhir dari agenda lawatan Blinken adalah pembicaraan bilateral dengan Deputi PM Belgia dan Menteri Luar Negeri Sophie Wilmès. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG