Tautan-tautan Akses

Menlu AS Anggap Rusia BertanggungJawab Atas Serangan Kimia


Menlu AS Rex Tillerson meletakkan karangan bunga saat berlangsungnya peringatan in Warsawa, Polandia, Jan. 27, 2018.

Menteri Luar Negeri Amerika Rex Tillerson hari Sabtu (27/1) mengatakan ia tetap mengklaim bahwa Rusia mengemban tanggungjawab atas serangan senjata kimia baru-baru ini di Suriah, walaupun dibantah keras oleh Moskow.

“Ini adalah penggunaan kimia yang tidak dapat diterima, yang melanggar semua konvensi yang Rusia sendiri telah menanda-tanganinya. Ini melanggar persetujuan yang diterima Rusia untuk bertanggung-jawab mengidentifikasi dan melenyapkan senjata kimia di dalam wilayah Suriah,” kata Tillerson dalam kunjungan di Warsawa.

“Senjata kimia jelas ada disana, senjata itu sedang digunakan terhadap penduduk sipil dan yang paling rawan adalah anak-anak dalam wilayah Suriah,” kata Tillerson kepada wartawan, dalam jumpa pers bersama Menteri Luar Negeri Polandia Jacek Czaputowicz.

“Jadi kami anggap Rusia bertangung jawab untuk menanggulangi ini. Mereka adalah sekutu Presiden Suriah Assad. Mereka adalah anggota konvensi dan mereka telah berjanji. Mereka perlu memenuhi janji mereka,” kata menteri luar negeri Amerika itu.

Tillerson pertama melontarkan tuduhan itu hari Selasa lalu, ketika para diplomat dari 29 negara mengadakan pertemuan di Paris untuk mendorong pemberlakuan sanksi dan tuduhan pidana terhadap para pelaku serangan senjata kimia di Suriah.

Rusia dan China telah menghambat usaha yang didukung Barat di PBB untuk mengenakan sanksi terhadap Damaskus atas penggunaan senjata kimia.

Hari Rabu, Rusia mendamprat Tillerson karena “terlalu cepat menuduh Suriah – sebagaimana mereka sebut – ‘rejim’ atas serangan kimia di Ghouta Timur,” dan menambahkan “sekarang mereka sedang berusaha menyeret Rusia juga ke dalam tuduhan ini.”

Damaskus telah berkali-kali dituduh menggunakan senjata kimia, dan PBB turut di antara pihak yang menuduh pasukan pemerintah Suriah atas serangan gas sarin bulan April tahun 2017 terhadap desa Khan Sheikhun yang dikuasai oposisi yang menewaskan banyak orang. [gp]

XS
SM
MD
LG