Tautan-tautan Akses

Menhan AS Lakukan Kunjungan Mendadak ke Qatar


Menhan AS Jim Mattis (tengah) ketika tiba di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar hari Kamis (28/9).

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis melakukan kunjungan mendadak ke Qatar, dan melakukan pembicaraan dengan Emir dan menteri pertahanan negara itu di pangkalan militer Amerika terbesar di Timur Tengah.

Mattis tiba di Pangkalan Udara Al Udeid hari Kamis (28/9), beberapa hari setelah Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani mengulangi seruan bagi dialog tanpa syarat untuk mengakhiri krisis yang melibatkan Qatar dan empat negara Arab tetangganya, dalam pidato di depan sidang Majelis Umum PBB. Qatar membantah tuduhan bahwa negara itu mendukung ekstremisme dan menyatakan bahwa krisis timbul karena motif politik.

Presiden Donald Trump menemui Emir Qatar di sela-sela sidang Majelis UMUM PBB pekan lalu, dan mengatakan kepada wartawan bahwa pertikaian itu akan diselesaikan dengan cepat. Trump menawarkan untuk memediasi.

Pangkalan Angkatan Udara Al-Udeid adalah pangkalan udara terbesar Amerika di Timur Tengah, berfungsi sebagai markas besar operasional garis depan Komando Sentral Amerika Serikat dan memiliki sekitar 10 ribu tentara Amerika.

Menteri Pertahanan Mattis tiba di Qatar setelah merampungkan kunjungan di Afghanistan, dimana ia menemui Presiden Ashraf Ghani dan Eksekutif Kepala Abdullah Abdullah.

Sebelumnya hari Kamis, Mattis dan Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengunjungi provinsi Kandahar, Afghanistan selatan, dan menemui 250 personil militer Amerika dan NATO di pangkalan udara Kandahar.

Pekan depan, kelompok pertama pilot Afghanistan di pangkalan udara Kandahar akan memulai pelatihan menerbangkan helikopter Blackhawk.

Amerika menyumbangkan sekitar 160 helikopter Blackhawk yang telah diperbarui kepada militer Afghanistan selama tujuh tahun mendatang sebagai bagian dari program modernisasi angkatan udara Afghanistan. Dalam tujuh tahun para pejabat Amerika berharap untuk memperbesar angkatan udara Afghanistan menjadi dua kali besaran yang sekarang, dan menambah personilnya 50 persen.

Hari Kamis, Mattis mengatakan Amerika Serikat, dengan strategi baru untuk mengalahkan pemberontak Taliban, tidak akan meninggalkan pertempuran di Afghanistan.

“Dengan strategi baru berbasis kondisi di Asia selatan, kita akan dalam posisi lebih baik untuk membantu Afghanistan mengalahkan teroris,” kata Mattis dalam kunjungan ke Kabul hari Rabu.

“Amerika tidak akan meninggalkan Afghanistan dan menyerahkan nasibnya ke tangan musuh yang tidak mengenal belas kasihan yang berusaha meraih kekuasaan dengan membunuh,” tandasnya. [ds]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG