Tautan-tautan Akses

Mengobati Patah Hati di Museum Putus Hubungan di Zagreb


Sebuah patung hiasan taman yang rusak dipamerkan dalam Museum Putus Hubungan di Zagreb, Kroasia, 10 Februari 2012. (Foto: AP)

Lupakan soal makan malam romantis dengan mawar, tempat yang patut dikunjungi pada Hari Valentine adalah Museum Putus Hubungan di Zagreb, Kroasia. Museum itu menyimpan ratusan barang pribadi dan rumah bagi kisah-kisah putus cinta.

Dari pemanggang roti ke sepeda olahraga dan sepasang beha berenda, museum kecil itu memamerkan benda-benda dalam kehidupan sehari-hari lengkap dengan informasi peran mereka memutus hubungan kasih dari seluruh dunia.

Ada banyak kisah-kisah lucu hingga kisah-kisah pilu yang menyayat hati.

Museum itu tampak ramai saat Hari Valentine pada Kamis (14/2). Para pengunjung yang datang adalah kelompok-kelompok pertemanan atau para pasangan mencari cara tak lazim untuk merayakan cinta.

“Hari ini adalah Hari Valentine, sangat menyenangkan bisa membaca kisah-kisah kecil ini,” kata Kriti Pandey, yang datang bersama suaminya Pathak.

Sepasang borgol berwarna merah muda dipamerkan di Museum Putus Hubungan di Zagreb, Kroasia, 10 Februari 2012. (Foto: AP)
Sepasang borgol berwarna merah muda dipamerkan di Museum Putus Hubungan di Zagreb, Kroasia, 10 Februari 2012. (Foto: AP)

Salah satu ruangan dalam museum itu yang dinamakan “Ambil Duka dengan Suka”, memarkan benda-benda seperti sekotak bumbu bahan pembuatan pizza – surat cinta untuk seorang wanita yang menyatakan putus dengan bahan makanan mengandung gluten – dan sebuah buku diet dengan tulisan: “Ini adalah hadiah dari mantan tunanganku.. Apakah aku harus melanjutkannya?”

Tapi suasananya menjadi lebih murung ketika memasuki ruangan “Cinta dalam Kubangan”. Ruangan itu memamerkan benda-benda seperti gaun pengantin dari Turki yang tak sempat dikenakan karena kematian mendadak mempelai pria.

Tak jauh dari situ, terdapat sebuah kaki palsu dari seorang veteran perang Kroasia pada 1990-an.

“Kaki palsu ini bertahan lebih lama daripada cinta kita,” bunyi keterangan dibawahnya.

Ide yang tak biasa ini lahir dari patah hati itu sendiri.

Setelah putus cinta, dua pendiri museum asal Kroasia, seniman Olinka Vistica dan Drazen Grubisic yang tahun ini berusia 50 tahun, tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan benda-benda pemberian mereka selama menjalin hubungan. Kemudian, mereka ingin membuat pilihan lain selain membuangnya pada tempat sampah.

Lebih dari satu dekade kemudian, mereka telah membawa museum ini berkeliling ke-50 kota di seluruh dunia, mengumpulkan benda-benda dan cerita baru di sepanjang perjalanan mereka.

“Ketika kami memulai proyek ini, saya tidak tahu (sumbangan) apa yang akan kami dapatkan.. tetapi ternyata orang-orang sangat tertarik, dan semua orang memiliki ceritanya masing-masing,” kata pendiri Grubisic kepada AFP, dan menambahkan bahwa mereka menerima sekitar 200 objek melalui pos setiap tahun.

Sebuah kapak yang menjadi salah satu koleksi Museum Putus Hubungan di Zagreb, Kroasia, 10 Februari 2012. (Foto:AP)
Sebuah kapak yang menjadi salah satu koleksi Museum Putus Hubungan di Zagreb, Kroasia, 10 Februari 2012. (Foto:AP)

Jon Turner, seorang turis Inggris berusia 33 tahun yang mengunjungi Zagreb, setuju bahwa penggambaran cinta yang otentik adalah kesempatan yang pas untuk setiap pengunjung pada 14 Februari.

“Ini sangat indah, beberapa membuat saya tertawa, beberapa membuat saya menangis. Tapi, yah, saya pikir sangat bagus bisa melihat gambaran kehidupan orang lain,” katanya.

Tema perhentian museum berikutnya adalah Kota York, dengan jenis perpisahan yang berbeda : Brexit.

Pihak penyelenggara telah membuka donasi yang akan memberikan sentuhan pribadi pada drama hubungan politik yang sedang berlangsung.

“Baru saja putus? Ingin melepaskan beban emosional dengan menghapus segala kenangan yang mengingatkanmu pada pengalaman menyakitkan itu?” demikian bunyi pengantar dari pembukaan donasi itu.

“Jangan,” sarannya, “Suatu hari nanti Anda mungkin menyesalinya.” [er/ft]

XS
SM
MD
LG