Tautan-tautan Akses

AS

Memberi Makan Dunia dari Resep Falafel Nenek


Falafel yang dilapisi wijen dijual di sebuah toko di Ramallah, Tepi Barat yang kuasai Israel, 2 September 2019. (Foto: Reuters)

Banyak organisasi memberi bantuan makanan bagi para pengungsi di seluruh dunia. Kisah berikut ini tentang seorang pria di Washington D.C. yang menggunakan resep rahasia falafel dari neneknya untuk melakukan hal yang sama. 

Falafel dimulai dari sebuah restoran pada 2017. Sekarang pemiliknya, Ahmad Ashkar mempunyai lebih dari 20 rumah makan di seluruh dunia. Dia memuji keberhasilan restorannya berkat resep dari keluarganya.

“Resep-resep itu adalah rahasia dagang. Itu semua dari nenek saya, Tieta, " ujar Ahmad Ashkar

Falafel Inc. bukanlah restoran cepat saji biasa. Restoran-restoran Ashkar juga menggunakan resep keluarganya untuk membuat makanan bagi para pengungsi.

“Dengan setiap pembelian makanan di Falafel kami membantu memberi makan orang miskin dan lapar. Sejak program ini diluncurkan, kami telah memberi makan lebih dari 250.000 pengungsi, Orang-orang yang tidak mempunyai apa pun untuk dimakan,” kata Ashkar.

Ahmad Ashkar, pemilik restoran Falafel Inc., duduk di luar restorannya di kawasan Georgetown, di Washington DC. (J.Soh/VOA)
Ahmad Ashkar, pemilik restoran Falafel Inc., duduk di luar restorannya di kawasan Georgetown, di Washington DC. (J.Soh/VOA)

Ashkar juga mempekerjakan pengungsi dan imigran, termasuk Imed yang bekerja sebagai kasir di sebuah rumah makannya di Washington, D.C. Imed mengatakan, ia bangga bekerja di Falafel Inc. dan bermaksud membantu orang lain seperti dirinya.

“Setiap makanan yang Anda beli di rumah makan ini, membantu para pengungsi di seluruh dunia. Jadi, itu hal yang baik untuk dilakukan. Saya ingin melakukannya dan saya ingin menjadi bagian dari tim ini," kata Imed.

Falafel yang baru dibuat menarik banyak orang setiap hari. Sebagian orang datang ke sini untuk menyalurkan selera makan mereka, sementara yang lain datang untuk mendukung misi Falafel Inc.

"Itu sangat enak. Saya anjurkan Anda mencicipi kentang goreng zaatar. Benar-benar enak. Itulah sebabnya saya datang ke sini untuk makan," kata Rowan Hassan, seorang pelanggan setia.

Para pelanggan antre di Falafel, Inc., sebuah restoran yang menyumbang sebagian keuntungan untuk ke PBB untuk membantu bantuan makanan bagi pengungsi. (Foto: Falafel, Inc. Facebook page)
Para pelanggan antre di Falafel, Inc., sebuah restoran yang menyumbang sebagian keuntungan untuk ke PBB untuk membantu bantuan makanan bagi pengungsi. (Foto: Falafel, Inc. Facebook page)

Pelanggan lain, David Steele mengatakan: "Kami mungkin tidak akan datang ke sini jika tidak ada misi sosial yang besar. Mereka benar-benar menyoroti masalah pengungsi dalam banyak hal. Mereka menyumbangkan sebagian dari penghasilan mereka.”

Tampilan tata ruang setiap restoran Falafel juga dirancang khusus untuk menceritakan kisah para pengungsi.

“Semua toko Falafel kami dirancang agar terlihat seperti kamp-kamp pengungsi. Karena jika Anda pergi ke kamp pengungsi mana pun di dunia, Anda akan mendapati kios falafel dan kios itu dibuat dengan tiga bahan, aluminium, kayu lapis, dan wajan yang sama dengan wajan untuk menggoreng falafel ini,” tutur Ashkar.

Ashkar berharap memperluas rantai restoran waralabanya dan pada akhirnya membangun komunitas dunia yang akan memberi makan satu juta pengungsi setiap tahun. [ps/ii]

XS
SM
MD
LG