Tautan-tautan Akses

Marah dengan Kematian Floyd, Michael Jordan: 'Sudah Cukup'


Mantan pebasket NBA Michael Jordan saat acara peringatan untuk mendiang Kobe Bryant dan anak perempuannya Gianna, di Los Angeles, 24 Februari 2020. (Foto: AP)
Mantan pebasket NBA Michael Jordan saat acara peringatan untuk mendiang Kobe Bryant dan anak perempuannya Gianna, di Los Angeles, 24 Februari 2020. (Foto: AP)

Pebasket terkenal Michael Jordan menyuarakan kemarahannya pada Minggu (31/5) terkait kematian George Floyd, seorang laki-laki berkulit hitam di Minneapolis yang meninggal karena tak bisa bernapas akibat ditindih oleh seorang polisi berkulit putih di bagian lehernya. Insiden itu telah memicu protes-protes yang diwarnai kekerasan di seluruh dunia.

Jordan menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga Floyd dan korban lain yang meninggal dunia lewat aksi rasisme.

"Saya sangat sedih, sakit hati dan marah," kata Jordan dalam pernyataan. "Saya melihat dan merasakan kepedihan, kemarahan dan frustasi semua orang."

"Saya mendukung mereka yang menentang rasisme dan kekerasan terhadap warga minoritas di negara kita. Sudah cukup."

Komentar Jordan itu muncul sementara kota-kota AS bersiap menghadapi malam kerusuhan lagi, setelah membersihkan jalan-jalan yang dipenuhi pecahan kaca dan mobil-mobil yang hangus. Jam malam yang diberlakukan di berbagai kota gagal membendung konfrontasi antara demonstran dan polisi.

Jordan, juara NBA enam kali, menyerukan orang-orang untuk menunjukkan kasih sayang dan empati dan tidak mengabaikan brutalitas yang tak berperikemanusiaan.

"Kita harus terus mengekspresikan dengan damai menentang ketidakadilan dan menuntut pertanggungjawaban," kata Jordan. "Suara kita yang bersatu harus menekan para pemimpin kita untuk mengubah UU kita, jika tidak, kita harus menggunakan suara untuk melakukan perubahan yang sistemik."

"Setiap orang harus menjadi bagian dari solusi, dan kita harus bekerja sama guna memastikan keadilan bagi semua." [vm/ft]

XS
SM
MD
LG