Mantan presiden Georgia yang dipenjarakan, Mikheil Saakashvili, yang telah melakukan aksi mogok makan selama tujuh pekan, jatuh dan kehilangan kesadarannya pada hari Kamis (18/11), kata pengacaranya.
Nika Gvaramia mengatakan bahwa ia semula mengira Saakashvili mengalami stroke tetapi kemudian diketahui tidak demikian. Kondisi mantan presiden Georgia itu kini stabil.
Namun, sebuah panel medis yang dibentuk oleh kantor pembela umum hari Kamis menyatakan bahwa kesehatan Saakashvili memburuk dan bahwa ia harus dipindahkan dari rumah sakit penjara ke sebuah klinik sipil, di mana ia dapat memperoleh perawatan yang memadai. Panel itu menyatakan Saakashvili mengalami masalah ginjal dan gangguan neurologis.
Saakashvili meninggalkan Georgia dan menuju ke Ukraina pada tahun 2013. Ia kemudian divonis in absentia atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan dijatuhi hukuman enam tahun penjara.
Ia ditangkap pada 1 Oktober lalu sewaktu kembali ke Georgia menjelang pemilihan nasional untuk tingkat kotamadya, dengan maksud untuk menggalang kekuatan oposisi. [uh/lt]