Tautan-tautan Akses

40.000 Pengunjuk Rasa Tuntut Pembebasan Mantan Presiden Georgia

Para pendukung pihak oposisi di Georgia menggelar protes menuntut pembebasan mantan president Mikheil Saakashvili dalam sebuah demonstrasi di Tbilisi, Georgia, pada 8 November 2021. (Foto: Reuters/Irakli Gedenidze)
Para pendukung pihak oposisi di Georgia menggelar protes menuntut pembebasan mantan president Mikheil Saakashvili dalam sebuah demonstrasi di Tbilisi, Georgia, pada 8 November 2021. (Foto: Reuters/Irakli Gedenidze)

Puluhan ribu orang berunjuk rasa pada Senin (8/11) di Georgia menuntut pembebasan pemimpin oposisi sekaligus mantan presiden Mikheil Saakashvili yang kini dipenjara. Saakashvili sendiri telah melakukan mogok makan selama beberapa minggu sejak ia ditahan, sementara Ukraina mengecam pemindahannya ke rumah sakit penjara.

Saakashvili, yang menjabat sebagai presiden pada periode 2004 hingga 2013, ditangkap pada 1 Oktober sekembalinya dari pengasingan di Ukraina.

Dia telah melakukan aksi mogok makan selama 39 hari untuk memprotes pemenjaraannya, yang menurutnya dipenuhi oleh motif politik.

Pemenjaraannya telah memperburuk krisis politik di Georgia yang meletus tahun lalu setelah pihak oposisi mengecam kecurangan dalam pemilihan parlemen yang dimenangkan secara tipis oleh Partai Mimpi (Dream Party) yang berkuasa.

Sambil meneriakkan nama Saakashvili, sekitar 40.000 demonstran pada Senin malam membanjiri Lapangan Kebebasan di pusat ibu kota Georgia, Tbilisi, menurut pengamatan wartawan AFP yang menyaksikan aksi tersebut.

Senin pagi, Saakashvili dipindahkan ke rumah sakit penjara, yang menurut para aktivis hak asasi manusia bahwa pemindahan tersebut merupakan kegagalan bagi Georgia dalam memastikan perawatan yang layak bagi tahanan.

Para pengunjuk rasa kemudian berjalan melalui pusat kota Tbilisi menuju kantor perdana menteri, dan bertekad untuk memblokade gedung itu. [lt/ps]

XS
SM
MD
LG