Tautan-tautan Akses

AS

Mantan Perwira AL AS Mengaku Bersalah dalam Skandal Suap


Laksamana Muda Robert Gilbeau di pengadilan federal di San Diego, Kamis, 9 Juni 2016. Gilbeau mengaku bersalah karena berbohong kepada otoritas federal yang menyelidiki skema penipuan senilai $34 juta yang melibatkan kontraktor Malaysia, dikenal sebagai "Fat Leonard." (Foto: AP)

Seorang purnawirawan perwira Angkatan Laut Amerika mengaku mengirim jadwal kapal rahasia pertahanan Malaysia untuk Armada Ketujuh Angkatan Laut dengan imbalan suap lebih dari $45.000, termasuk menginap di hotel-hotel mewah. Kepala Perwira Menengah Robert Gorsuch juga mengakui dalam pengadilan federal di San Diego Selasa (31/8), dia membuat akun email rahasia untuk membantu bisnis servis kapal Leonard Francis.

Jaksa mengatakan perusahaan Glenn Defense Marine Asia dan pemiliknya, yang dikenal dengan julukan "Fat Leonard," menyuap perwira Angkatan Laut. Suap tersebut di antaranya hadiah mewah, perjalanan, dan pelacur untuk memberi informasi rahasia guna mengalahkan pesaing dan membayar terlalu mahal untuk jasa. Glenn Defense Marine Asia berbasis di Singapura.

Skema itu merugikan Angkatan Laut Amerika sekitar $35 juta.

"Gorsuch pada dasarnya menjual kehormatannya demi menginap beberapa malam di Shangri-La," kata Penjabat Jaksa Amerika Randy Grossman.

Gorsuch dan pengacaranya belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar.

Kasus ini menyebabkan 34 pejabat Angkatan Laut, kontraktor pertahanan, termasuk Francis, dan perusahaan Glenn Defense Marine Asia dituntut pidana federal. Sejauh ini, 26 dari mereka telah mengaku bersalah. [ka/ah]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG