Tautan-tautan Akses

Vietnam Selidiki Kasus Korupsi Jutaan Dolar

  • Ralph Jennings

Gedung perusahaan minyak milik negara 'Petro Vietnam' di Hanoi (foto: ilustrasi). Vietnam mulai menyelidiki kasus korupsi yang melibatkan tiga anak perusahaan Petro Vietnam.

Sebuah kasus jutaan dolar sedang diselidiki di Vietnam bulan ini menyoroti masalah korupsi yang sulit dalam ekonomi yang sedang tumbuh cepat di negara Asia Tenggara itu.

Kementerian Keamanan Publik Vietnam pekan lalu mulai menyelidiki tiga anak perusahaan minyak milik negara dan raksasa minyak Petro Vietnam, karena dicurigai mencoba mengalihkan dana $5,2 juta dari Ocean Bank, sebuah lembaga keuangan domestik.

Kasus tersebut, kata pengamat, menunjukkan bahwa korupsi di Vietnam meluas. Mereka menunjuk pada proyek konstruksi, kontrak penggunaan lahan dan pengadaan pemerintah sebagai tempat-tempat melakukan korupsi. Banyak penduduk juga diminta untuk membayar uang suap untuk memroses dokumen resmi atau dibebaskan dari pelanggaran lalu lintas.

Frederick Burke, mitra badan hukum internasional Baker McKenzie di Ho Chi Minh City mengatakan, "Dalam hal korupsi di Vietnam, ini adalah masalah serius dan saya kira pemerintah mengakui hal itu."

Korupsi, dianggap menyebabkan pemborosan dalam berbisnis, bisa menggoyahkan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan yang didorong oleh ekspor membuat Vietnam berharga di mata para investor asing.

Perekonomian tumbuh antara 5,2 sampai 6,68 persen setiap tahun dari tahun 2012 sampai 2016.

Kelompok advokasi nirlaba Transparency International menempatkan Vietnam pada peringkat 113 dari 176 negara dan wilayah yang dievaluasi pada tahun 2016 untuk persepsi korupsi.

Song Seng Wun, ekonom khusus Asia Tenggara dari unit perbankan swasta CIMB di Singapura mengatakan, "Itu tidak menghambat pertumbuhan, hanya menambah biaya bisnis. Karena itu korupsi, itu hanya pemborosan tanpa adanya penambahan kapasitas atau kontribusi terhadap kegiatan ekonomi produktif."

Pemeriksaan atas Petro Vietnam, seperti yang dijelaskan dalam media berbahasa Inggris Vietnam, adalah isu yang lebih besar di Ocean Bank. Laporan-laporan mengatakan, lebih dari 50.000 orang dan 400 organisasi mendapat keuntungan dari apa yang oleh jaksa disebut pembayaran bunga ilegal bernilai $70,4 juta.

Dari tahun 2010 sampai 2014, bank-bank menawarkan pinjaman dan menetapkan suku bunga deposito di atas batas yang disetujui pemerintah kepada pelanggan utamanya, termasuk Petro Vietnam, kata media setempat.

Situs berita Vietnam, VnExpress menyebut kasus ini salah satu penipuan bank terbesar yang pernah diajukan ke pengadilan di Vietnam. [ps/ii]

XS
SM
MD
LG