Tautan-tautan Akses

AS

Mantan Menlu AS John Kerry Tulis Buku Tentang Pemerintahan Trump


Mantan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry (tengah), dan mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri Tom Ridge (kedua dari kiri) menghadiri kebaktian perkabungan untuk mendiang Senator John McCain, di Katedral Nasional Washington, Washington D.C., 1 September 2018.

Belakangan ini, banyak mantan pejabat dan wartawan terkenal menulis buku tentang pemerintahan Presiden Donald Trump, yang mereka anggap sangat bertentangan dengan kebijakan pemerintah Amerika sebelum ini.

Paling baru adalah mantan Menteri Luar Negeri John Kerry yang menulis buku berjudul Every Day Is Extra. Kerry, yang pernah mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2004, antara lain membahas masalah peningkatan suhu bumi dan keluarnya Amerika dari Perjanjian Iklim Paris. Ia juga berkomentar tentang tindakan Presiden Trump menarik Amerika keluar dari Perjanjian Nuklir dengan Iran.

Kata Kerry, sebagai Menlu Amerika, ia telah berusaha keras untuk mendorong suksesnya Perjanjian Iklim Paris pada 2015, khususnya karena China tadinya tidak mau ikut. Padahal, China adalah salah satu penghasil gas rumah kaca terbesar.

“Selama bertahun-tahun China tidak mau ikut menanggulangi isu peningkatan suhu bumi, sampai akhirnya mereka mau bekerja sama dengan kita," kata Kerry dalam wawancara dengan stasiun televisi, C-Span. "Kata sepakat antara Amerika dan China itulah yang menciptakan momentum yang mendorong tercapainya perjanjian iklim di Paris pada 2015.”

Tapi, tambah Kerry lagi, “kini bukan hanya kita tidak berhasil menahan laju peningkatan suhu bumi dengan maksimum dua derajat Celsius, tapi tampaknya kita akan menggandakan peningkatan suhu itu menjadi empat derajat Celsius menjelang akhir abad ini.”

“Kita harus mempertanyakan mengapa Presiden Trump secara semena-mena menarik Amerika keluar dari Perjanjian Paris itu, tanpa memperhatikan fakta-fakta dan menggunakan sains, dan tanpa pengetahuan apapun tentang masalah itu, hanya karena ia tidak percaya bahwa peningkatan suhu bumi itu disebabkan ulah manusia.”

Kata Kerry, “ini adalah suatu hal yang gila, karena manusia memang bertanggung-jawab atas hal ini. Untuk pertama kalinya, dalam pertengahan musim dingin, pada Februari tahun lalu, suhu di kutub utara berada diatas titik beku. Kita melihat perubahan ini dalam naiknya permukaan air laut dan berbagai perubahan di darat.”

Kebakaran-kebakaran hutan berlangsung lebih lama, dan banjir juga terjadi lebih sering dan sangat berdampak pada kehidupan penduduk, kata Kerry menambahkan.

Kerry juga mengecam Presiden Trump karena menarik Amerika keluar dari perjanjian nuklir dengan Iran yang ditandatangani bersama China, Russia, Jerman, Perancis dan Inggris, 2015.

“Presiden Trump melakukan hal itu tanpa mempertimbangkan baik-baik segala konsekuensi tindakannya itu.”

China, Russia, Jerman, Perancis, Inggris dan Iran sampai sekarang masih mengakui dan menjalankan perjanjian itu. Jadi, mengapa Donald Trump melakukan hal itu?.

“Karena ia ingin mengganti pemerintahan di Iran?” Kalau itu maksudnya, kata Kerry, jelas tidak akan berhasil. “Saya jamin kalau itu tujuannya, pengganti pemerintahan yang sekarang di Iran tidak akan lebih demokratik. Kelompok garis keras justru akan bertambah kuat, dan mereka tidak akan mau berunding dengan Amerika, karena beranggapan Amerika tidak bisa dipercaya.” [ii]

XS
SM
MD
LG