Tautan-tautan Akses

Mantan Mendag Prediksi Ekonomi Indonesia di 2045 Melesat


Sektor pariwisata akan menjadi salah satu andalan pertumbuhan ekonomi Indonesia (foto: ilustrasi).

Indonesia diprediksi akan menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada tahun 2045. Hal tersebut dikatakan mantan Menteri Perdagangan RI era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yakni, Muhammad Lutfi.

Mantan Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi memprediksi Indonesia pada tahun 2045 akan menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Namun untuk merealisasikan hal tersebut, perekonomian Indonesia harus tumbuh stabil di kisaran 6,4 persen dengan iklim investasi kondusif. Hal tersebut dikatakan Muhammad Lutfi di acara "Rabu Hijrah, Menuju Kemajuan Bangsa" di Hotel Madani, Medan, Rabu (6/3).

"Indonesia mesti tumbuh per tahunnya. Kalau cuma 5,1 persen hari ini, Indonesia baru bisa keluar dari negara yang dibilang menengah menjadi negara maju pada tahun 2038. Tapi Indonesia hanya akan menjadi nomor 7 di dunia dengan pendapatan per kapita USD 19.000. Hari ini cuma USD 4.000. Bisa dibayangkan, dalam 25 tahun ke depan. Kalau cuma segitu, Indonesia akan menjadi negara tua sebelum kaya. Ekonomi Indonesia harus tumbuh jauh lebih cepat," kata Lutfi.

Ada beberapa cara untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara dengan perekonomian besar pada 2045. Dalam rumus Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto yang penting adalah, investasi, perdagangan, industri, dan agrikultura. Untuk tumbuh menjadi 6,4 persen dibanding hari ini perekonomian yang hanya 5,1 persen. Nilai investasi harus 5,4 persen yang sekarang menjadi 7,3 persen.

"Komponen investasi di dalam GDP itu mesti tumbuh dari 33 persen sekarang menjadi 39 persen. Artinya, kita mesti ramah dengan investasi agar ekonomi Indonesia tumbuh dengan baik," sebut Lutfi.

Keterangan foto : Mantan Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi saat hadir dalam acara Rabu Hijrah, Menuju Kemajuan Bangsa di Hotel Madani, Medan, Rabu (6/3) (Foto: VOA/Anugrah Andriansyah).
Keterangan foto : Mantan Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi saat hadir dalam acara Rabu Hijrah, Menuju Kemajuan Bangsa di Hotel Madani, Medan, Rabu (6/3) (Foto: VOA/Anugrah Andriansyah).

Lanjutnya, pada 2038 atau 2045 adalah tahun taruhan Indonesia. Sebab, pada tahun itu Indonesia akan menjadi bangsa yang maju atau gagal. Pada saat itu, penduduk Indonesia juga akan mengalami pertumbuhan, di prediksi tahun 2045 jumlahnya mencapai 319 juta.

"Indonesia juga mesti melihat apa tantangan kita ke depan agar tidak menjadi negara yang gagal. Indonesia akan menjadi negara maju di tahun 2038. Yang kita perlukan hari ini adalah kerja keras, komitmen, dan paling penting berdoa," ucap Lutfi.

Menurut Lutfi, jumlah penduduk dunia pada tahun 2045 akan mencapai 9,5 miliar jiwa. Pada saat itu akan terjadi urbanisasi yang luar biasa. Urbanisasi tersebut terjadi di banyak negara berkembang seperti Indonesia. Delapan puluh persen penduduk dunia akan menjadi kelas menengah. Tak heran jika terjadi persaingan yang luar biasa karena pertumbuhan jumlah penduduk, dan barang-barang tambang menjadi sangat penting.

"Perdagangan dunia akan jauh lebih kencang, pertumbuhannya 3,4 persen tapi kegiatan ekonomi 6 persen akan terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Lalu, USD akan berkurang kekuatannya dan pindah menjadi mata uang regional," bebernya.

Mantan Mendag Prediksi Ekonomi Indonesia di 2045 Melesat
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:04:25 0:00

Sementara itu, pakar ekonomi Islam, Hermansyah Alam mengatakan ada banyak cara untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada tahun 2045, antara lain dengan lebih menggalakkan penerapan perbankan berbasis syariat. Pasalnya, negara-negara di Eropa juga telah mengadopsi tentang perekonomian melalui perbankan syariat.

"Seperti negara-negara di Eropa sudah menerapkan ekonomi syariah. Jadi, di Indonesia ekonomi syariat sudah diterapkan sejak tahun 1992. Pertama, bank syariah harus bisa memisah diri atau punya modal sendiri. Dana itu bisa dikutip dari umat, tidak pandang Islam atau non muslim, yang penting paham tentang bank berbasis syariat. Hampir di seluruh dunia sudah condong ke perbankan berbasis syariah, seperti Malaysia, Qatar, Pakistan, dan Indonesia," pungkasnya. (aa/em)

Recommended

XS
SM
MD
LG