Tautan-tautan Akses

Mantan Jaksa Agung Populer Calonkan Diri Jadi Presiden Korsel


Mantan Jaksa Agung Yoon Suk-yeol menyatakan pencalonannya sebagai presiden di sebuah peringatan yang didedikasikan untuk pengorbanan pejuang kemerdekaan Yun Bong-gil, di Seoul, Korea Selatan, 29 Juni 2021. (Foto: Kim Min-Hee via REUTERS)

Mantan jaksa tertinggi Korea Selatan mengumumkan akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden tahun depan, dan bersumpah untuk menggulingkan pemerintah liberal saat ini.

Yoon Suk Yeol menduduki posisi puncak dalam survei tentang pemimpin masa depan pilihan publik Korea Selatan, dan pengumumannya pada Selasa (29/6), kemungkinan akan memanaskan persaingan untuk menemukan pengganti Presiden Moon Jae-in.

Masa jabatan lima tahun pertama Moon akan segera berakhir. Kinerja pemerintahnya telah ditandai dengan diplomasi yang fluktuatif dengan Korea Utara, kesenjangan domestik yang semakin dalam dan beragam kesengsaraan ekonomi.

''Saya akan mencalonkan diri dengan tekad untuk mengubah pemerintah,'' kata Yoon dalam konferensi pers. “Saya akan bergabung dengan semua orang yang mendambakan pergeseran kekuasaan dan mencapainya dengan pasti.''

Mantan Jaksa Agung Yoon Suk-yeol menyatakan pencalonannya sebagai presiden di sebuah peringatan yang didedikasikan untuk pengorbanan pejuang kemerdekaan Yun Bong-gil, di Seoul, Korea Selatan, 29 Juni 2021. (Foto: Kim Min-Hee via REUTERS)
Mantan Jaksa Agung Yoon Suk-yeol menyatakan pencalonannya sebagai presiden di sebuah peringatan yang didedikasikan untuk pengorbanan pejuang kemerdekaan Yun Bong-gil, di Seoul, Korea Selatan, 29 Juni 2021. (Foto: Kim Min-Hee via REUTERS)

Yoon, yang mengundurkan diri sebagai jaksa agung pada bulan Maret, telah memimpin usaha Moon untuk membasmi korupsi. Tetapi hubungan mereka memburuk karena beberapa sekutu politik Moon diselidiki atas korupsi dan tuduhan-tuduhan lainnya.

Para pendukung Moon menuduh Yoon menggunakan penyelidikan untuk meningkatkan posisi politiknya atau menggagalkan reformasi penuntutan Moon. Yoon mengatakan penyelidikannya dilakukan sesuai dengan prosedur dan prinsip.

Sementara pertikaian mengundang kritik publik bahwa kampanye anti-korupsi Moon hanya keras pada lawan-lawan politiknya, pertikaian itu juga membantu Yoon muncul sebagai calon oposisi potensial karena kaum konservatif masih belum memiliki standar yang jelas untuk melawan partai Moon dalam pemilihan presiden yang akan berlangsung Maret mendatang.

Selama konferensi hari Selasa (29/6), Yoon menyebut pemerintah Moon korup, tidak kompeten dan arogan. Yoon mengatakan ingin mengembalikan konstitusionalisme dan prinsip keadilan yang menurutnya telah dirusak oleh pemerintah Moon.

Kantor kepresidenan Moon tidak segera menanggapi tuduhan Yoon.

Yoon tidak bergabung dengan oposisi konservatif utama, Partai Kekuatan Rakyat, meskipun mengatakan ia memiliki filosofi politik dasar yang sama dengan partai tersebut. Beberapa pengamat mengatakan Yoon dapat mendirikan partainya sendiri jika ia mempertahankan popularitasnya saat ini.

Partai Kekuatan Rakyat yang sudah lama dominan sempat berada dalam kekacauan menyusul skandal korupsi 2016 yang eksplosif, yang menyebabkan pemakzulan dan penggulingan Presiden Park Geun-hye saat itu. Popularitas partai itu telah bangkit kembali sejak memilih seorang anggota partai berusia 36 tahun sebagai ketua barunya, sehingga memicu harapan untuk perubahan generasi dalam politik lokal. [ab/my]

Recommended

XS
SM
MD
LG