Tautan-tautan Akses

Mantan Anggota AL AS Ditangkap dalam Insiden Maut di Times Square


Polisi menangkap Richard Rojas, pengendara sedan merah yang menewaskan seorang perempuan berusia 18 tahun dari Michigan di di Times Square, New York, Kamis, 18 Mei 2017. (Foto: VOA/Video Screen shot)
Polisi menangkap Richard Rojas, pengendara sedan merah yang menewaskan seorang perempuan berusia 18 tahun dari Michigan di di Times Square, New York, Kamis, 18 Mei 2017. (Foto: VOA/Video Screen shot)

Pihak berwenang di New York mengatakan, insiden kecelakaan mobil maut di Times Square, New York, Kamis (19/5), kemungkinan tidak terkait dengan terorisme. Seorang tersangka yang ditangkap karena menabrakkan mobilnya ke kerumunan pejalan kaki kemungkinan berada dalam pengaruh narkoba.

Polisi menangkap Richard Rojas, pengendara sedan merah yang menewaskan seorang perempuan berusia 18 tahun dari Michigan dan mencederai lebih dari 20 lainnya. John Fanning, yang menyaksikan insiden tengah hari itu, mengatakan, ia yakin, Rojas yang berusia 26 tahun, sengaja menabrakkan mobilnya ke kerumunan pejalan kaki.

"Saya masih merasa marah. Saya hampir mati. Ada beberapa orang di sana. Sedikitnya 20 orang. Sepertinya lebih dari 10 orang cedera, darah di mana-mana. Situasinya benar-benar buruk,” kata John Fanning.

Orang-orang sedang makan siang atau menjalankan kesibukan mereka di kawasan tersebut ketika mendengar bunyi tabrakan keras. Sejumlah orang mengatakan, mereka awalnya menduga ada serangan teror. Seorang perempuan yang kebetulan melintasi lokasi kejadian mengatakan, "Karena seperti Anda ketahui, kita sering mendengar kejadian seperti itu.”

Namun Walikota New York Bill de Blasio mengatakan, insiden tersebut tampaknya tidak terkait dengan terorisme.

"Pelakunya ditahan. Ia warga negara Amerika Serikat dan mantan anggota Angkatan Laut Amerika Serikat. Ia memiliki catatan kriminal. Berdasarkan informasi yang kami miliki saat ini, tidak ada indikasi bahwa itu merupakan aksi teror."

Polisi meyakini Rojas sedang dalam pengaruh ganja sintetis, yang dikenal sebagai K2, ketika menabrakkan mobilnya ke kerumunan pejalan kaki. Dan ia, sebelumnya, pernah ditahan karena mengendarai mobil selagi mabuk.

Seorang pria yang sedang berkunjung ke New York untuk menemui anak perempuannya mengatakan, "Saya lebih khawatir mengenai bagaimana orang seperti itu masih dibolehkan berkendaraan dan bahkan berada di kerumunan massa. Jika Anda melanggar, Anda harus menanggung akibatnya, dan tidak boleh berkendaraan lagi.”

Namun banyak orang mengatakan, insiden-insiden seperti ini bisa terjadi di mana saja, dan mereka masih merasa aman berada di New York.

Seorang perempuan yang berada dekat lokasi kejadian mengatakan, "Sewaktu saya dan teman saya berjalan, kami sedang membicarakan betapa hebatnya polisi di sini. Saya kira mereka adalah yang terbaik di dunia.”

Seorang warga New York mengatakan dengan bangga, polisi di kotanya memang tidak bisa mencegah terjadinya semua insiden, namun sewaktu insiden terjadi, polisi menanganinya dengan baik. "Mereka dengan segera mengisolasi jalan-jalan. Mereka meminta orang-orang menjauh. Namun mereka melakukannya dengan sopan.”

Polisi mengatakan, mobil Honda berwarna merah itu naik ke trotoar dan bergerak dengan kecepatan tinggi sejauh tiga blok sebelum akhirnya menabrak tiang lampu di persimpangan jalan, yakni 45th Street dan Broadway. [ab/lt]

XS
SM
MD
LG