Lesotho – atau secara resmi dikenal sebagai Kerajaan Lesotho – adalah salah satu negara di wilayah selatan benua Afrika yang terkenal dengan resor skinya. Negara itu sepenuhnya terletak di tengah-tengah atau dikelilingi oleh negara Afrika Selatan.
Di Lesotho, atau tepatnya di kawasan Pegunungan Drakensberg, ada resor ski yang cukup terkenal tetapi belum berkembang sepenuhnya. Namanya Afriski Resort dan sudah berdiri selama 20 tahun.
Hope Ramokotjo, instruktur ski dan snowboarding di resor itu, membanggakan kekayaan alam Afrika, terutama kawasan bersaljunya.
"Menyebut nama Afrika, Anda mungkin berpikir tidak mungkin ada salju. Saya kira itulah yang membuat kebanyakan orang kagum. Orang-orang datang ke sini untuk bersenang-senang. Bagi saya, sebagai warga setempat, saya tidak harus terbang keluar untuk menikmati salju. Saya bisa liburan di sini.”
Drakensberg adalah salah satu dari lima kawasan pegunungan di Afrika dengan curahan salju musiman yang bisa membuat lereng-lerengnya menjadi arena lintasan yang cukup menyenangkan bagi para pemain ski.
Menurut Ramakotjo, para pengunjung di resornya umumnya adalah orang-orang Afrika, dan banyak di antara mereka baru pertama kali mencoba olahraga ini. Kevin Kava, seorang warga Ghana yang tinggal di Cape Town, adalah satu di antaranya.
“Ini kali pertama saya kesini. Ini sangat berbeda. Lutut dan kaki saya sakit, dan saya tiba-tiba berkeringat, tapi itu sangat menyenangkan," katanya.
Pieper Peyper, pemilik Afriski Resort mengakui olahraga ski tidak populer di Afrika, tetapi semakin menarik perhatian.
"Berbicara tentang ski dan salju, orang-orang mungkin tidak mengaitkannya dengan Afrika. Maksud saya, seperti yang Anda katakan, orang-orang berpikir tentang Pegunungan Alpen, Pegunungan Rocky di Kanada, atau pegunungan-pegunungan yang lebih besar lainnya. Namun kawasan di Lesotho ini memiliki iklim yang unik karena berada di atas ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas pemukaan laut.”
Seperti halnya banyak kawasan wisata lain, Afriski Resort juga terpukul pandemi. Tahun lalu, resor itu sepenuhnya tutup, dan tahun ini jumlah pengunjungnya anjlok hingga setengahnya. Biasanya, setiap tahun resor itu mendapatkan sekitar 17.000 pengunjung.
Hingga akhir 2021, Afrika melaporkan hampir 9,7 juta kasus COVID-19 dengan 228.000 kematian. Lesotho sendiri memiliki lebih dari 28.000 kasus yang telah dikukuhkan dengan 665 kematian. [ab/uh]