Tautan-tautan Akses

Salon Kepangan Rambut Hadirkan Gaya Afrika ke Darwin


Seorang pelanggan sedang berada di salon tata rambut yang mengkhususkan diri pada perawatan rambut alami afro. (Foto: AFP/Phillipe Lopez)
Seorang pelanggan sedang berada di salon tata rambut yang mengkhususkan diri pada perawatan rambut alami afro. (Foto: AFP/Phillipe Lopez)

Tim terdiri dari seorang ibu dan anak perempuan ini telah menciptakan sebuah layanan tata rambut yang unik di Darwin, Australia. Salon itu mengkhususkan diri pada tekstur rambut dan kepangan bergaya Afro serta telah meraih pelanggan setia di kota Australia tersebut.

Dalam hal penataan rambut yang bagus, tim yang terdiri seorang ibu bersama anak perempuannya di sebuah kota di Australia itu merupakan ahlinya. Christine Kute, yang bersama ibunya Jean, memiliki salon pengepangan rambut dengan gaya Afro di Darwin itu.

"Ketika datang ke salon untuk dikepang, Anda akan seharian menghabiskan waktu bersama kami. Jadi, ini seperti sebuah kencan dengan kami. Silakan bawa makan siang Anda," katanya.

Kate Nichols mencari tampilan gaya rambut yang baru dengan kepangan rambut Afro (braiding) untuk pertama kalinya.

"Saya punya kesabaran yang tinggi, jadi tidak ada masalah," katanya.

Seorang wanita menampilkan gaya rambut Afro selama kontes ke-9 penata rambut Afro. (Foto: AFP/Luis Robayo)
Seorang wanita menampilkan gaya rambut Afro selama kontes ke-9 penata rambut Afro. (Foto: AFP/Luis Robayo)

Jean Kute menjalankan bisnis salon rambut dengan mengkhususkan diri pada gaya rambut bertekstur Afro

"Tidak sulit, tidak ada masalah. Saya senang bisa sibuk di salon," ujar Jean.

Jean sekeluarga bersama enam anaknya pindah dari Kenya ke Australia pada tahun 2004. Suaminya tewas dalam sebuah kecelakaan di rumah, meninggalkan keluarganya tanpa penghasilan.

"Saya berkata tidak, saya harus pergi! Tuhan akan menolong, tak ada laki-laki, tidak ada suami, tidak ada apa-apa, namun Tuhan ada di sana. Itulah mengapa saya berada di sini," tambahnya.

Ketika keluarga itu tiba di Darwin, Christine Kute menjelaskan tidak dapat menemukan salon di kota, yang dapat menata jenis rambut mereka. Christine kemudian melihat adanya sebuah peluang.

"Salon-salon lain merasa takut untuk menerima Anda karena tidak berpengalaman dengan tekstur rambut bergaya Afro yang kami miliki," ujar Christine.

Sejumlah wig (rambut palsu -red) dan ekstensi rambut merupakan aksesori populer, yang dapat sering diganti, Christine menjelaskan lebih jauh.

"Itu sama saja dengan memakai topi yang berbeda warna setiap hari. Kalau kamu ingin pakai rambut panjang hari ini, kamu bisa. Kalau mau pakai rambut pendek besok, kamu bisa juga. Di situlah kelebihannya," tambahnya.

Salon khusus gaya Afro tersebut lebih dari sekadar bisnis. Usaha bisnis itu mencerminkan kekuatan Jean untuk terus melawan sejumlah rintangan.

"Jika ia menemukan semangat dalam dirinya sendiri untuk terus berjuang, tantangan apa lagi dalam hidup yang tidak bisa saya atasi, itulah intinya. Jika dia mampu melakukannya, kenapa saya tidak bisa?" kata Christine.

Jean pindah ke Australia dikarenakan tragedi, tetapi warisan Afrika miliknya telah membawanya pada kesuksesan di Tanah Airnya yang baru. [mg/jm]

XS
SM
MD
LG