Tautan-tautan Akses

MA India Perintahkan Pemimpin Senior BJP Diadili


PM India Narendra Modi berbicara kepada para pendukung partai Bharatiya Janata Party (BJP) di New Delhi bulan lalu (foto: dok).

Seperempat abad setelah massa Hindu menghancurkan sebuah masjid di India Utara, yang memicu kekerasan terburuk antara warga Hindu-Muslim di negara itu, Mahkamah Agung India memerintahkan agar tokoh-tokoh pemimpin Partai Bharatiya Janata (BJP) diadili atas tuduhan peran mereka dalam penghancuran tersebut.

Para analis, yang menyebutnya sebagai pukulan bagi partai nasionalis Hindu pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, mengatakan, putusan ini dapat mendorong tokoh-tokoh garis keras BJP untuk mengurangi desakan mereka terkait janji membangun sebuah kuil di lokasi bekas masjid yang didirikan pada abad ke-16 itu di Ayodhya, negara bagian Uttar Pradesh.

Mahkamah Agung India Rabu membatalkan putusan pengadilan yang lebih rendah yang menyingkirkan tuduhan persekongkolan jahat terhadap empat pemimpin BJP. Mahkamah menyatakan mereka harus diadili karena menyampaikan pidato berapi-api yang diduga menghasut massa untuk menghancurkan masjid itu.

Di antara para pemimpin itu adalah Lal Krishna Advani, mantan deputi perdana menteri yang pernah menjadi petinggi BJP. Yang lainnya adalah menteri Sumberdaya Air Uma Bharti, serta pemimpin senior Murli Manohar Joshi dan Kalyan Singh.

Keempat pemimpin BJP itu telah berulang kali menyatakan bahwa penghancuran masjid itu pada tahun 1992 merupakan tindakan spontan oleh massa yang marah yang mendatangi kota Ayodhya, dan menghancurkan masjid itu dengan beliung, linggis, dan bahkan dengan tangan mereka sendiri. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG