Tautan-tautan Akses

Kekerasan Antar Hindu-Muslim Menewaskan 1 Orang, 14 Lainnya Luka


Perdana Menteri India Narendra Modi menyapa pendukungnya di New Delhi, India, 12 Maret 2017. Di negara bagian tempat ia berasal, kekerasan antara Hindu-Muslim menyebabkan satu orang tewas.

Satu orang tewas dan sekitar 14 orang luka-luka menyusul kekerasan yang pecah akibat perkelahian antara siswa Muslim dan Hindu di Gujarat, negara bagian tempat Perdana Menteri India Narendra Modi berasal, menurut petugas hari Minggu (26/3).

Sekitar 5.000 orang menyerang perumahan Muslim dan membakar puluhan rumah dan kendaraan di desa Vadavali, distrik Patan, hari Sabtu setelah siswa Hindu mengeluh tentang kelakuan tidak baik siswa Muslim, kata K. K. Nirala, pejabat tinggi pemerintah distrik.

Anggota komunitas Muslim membalas dengan melempar batu dan polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa dan mengatasi kejadian tersebut, kata Nirala.

Sejarah kekerasan

Gujarat punya sejarah kekerasan yang serius.

Pelaku kerusuhan menewaskan sekitar 1.000 orang, sebagian besar Muslim di negara bagian tersebut pada tahun 2002, menurut catatan.

Modi tercatat sebagai ketua menteri saat itu, dan ia dituduh tutup mata terhadap salah satu kekerasan keagamaan terburuk di negara India tersebut.

Modi membantah terlibat dalam kerusuhan tersebut dan pada tahun 2013 sebuah panel yang dibentuk oleh Mahkamah Agung menyatakan tidak ada cukup bukti untuk menyeretnya ke pengadilan.

Nirala mengatakan situasi di Gujarat berhasil diatasi dan Pasukan Cadangan Pusat Kepolisian diminta tinggal di desa tersebut untuk menjaga keamanan. [dw]

XS
SM
MD
LG