Tautan-tautan Akses

AS

MA Amerika akan Putuskan soal Email yang Disimpan Microsoft di Luar Negeri


Gedung Mahkamah Agung Amerika di Washington DC (foto: dok).

Mahkamah Agung Amerika hari Senin (16/10) menyetujui naik banding Departemen Kehakiman mengenai apakah penyelidik Amerika bisa mendapat email yang disimpan di luar negeri jika mereka memiliki surat perintah penggeledahan.

Sejak tahun 2013, Microsoft menolak tuntutan pihak berwenang Amerika untuk mengembalikan email yang tersimpan di pusat data di Irlandia. Meskipun penyidik mempunyai surat perintah penggeledahan untuk mendapatkan catatan pribadi - dalam kasus ini, email - mengenai kasus perdagangan Narkoba, Microsoft berpendapat surat perintah itu berlaku untuk Amerika tetapi tidak untuk negara lain.

Pengacara Microsoft menyatakan bahwa Stored Communications Act tahun 1986, undang-undang federal yang mengatur catatan elektronik, tidak mencakup data di luar Amerika Serikat. Seandainya mencakup, perusahaan teknologi itu berkilah pemerintah asing nanti bisa meminta Microsoft menyerahkan data yang tersimpan dalam server Amerika.

Panel tiga hakim di Pengadilan Circuit 2 di New York, membela Microsoft yang menolak tuntutan Departemen Kehakiman. Keputusan Microsoft-Irlandia itu menjadi preseden bagi perusahaan teknologi di Amerika. Intinya, perusahaan teknologi bisa menahan bukti digital kejahatan di Amerika jika data itu tersimpan dalam server di negara asing. [ka/jm]

XS
SM
MD
LG