Tautan-tautan Akses

Loyalis ISIS Bunuh Pasutri China yang Sebarkan Agama di Pakistan


Pasukan keamanan Pakistan siaga di Quetta, provinsi Baluchistan, Pakistan barat daya (foto: ilustrasi).

Pakistan mengatakan, pasangan suami-istri warga China yang baru-baru ini dibunuh oleh tersangka loyalis ISIS di provinsi Baluchistan, Pakistan barat daya, sedang menyebarkan agama Kristen dengan kedok melakukan bisnis di negara itu.

Kedua korban diculik di bawah todongan senjata akhir bulan lalu dari ibukota provinsi, Quetta. Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab sampai Kamis ketika ISIS, melalui corong globalnya, kantor berita Amaq, mengaku membunuh kedua sandera tersebut.

Para penculik kemudian merilis rekaman video yang menunjukkan tubuh bergelimang darah pria China itu, Lee Zing Yang, menghembuskan napas terakhirnya. Pihak berwenang Pakistan dengan cepat mengungsikan 11 orang China dari Quetta setelah kejadian itu.

Pada hari Senin, menteri dalam negeri Pakistan, Nisar Ali Khan memimpin pertemuan tingkat tinggi setelah insiden yang "disayangkan" itu dan mengarahkan pihak berwenang untuk meninjau kembali proses pemberian visa kepada warga China, menurut sebuah pernyataan resmi.

Dikatakan, sekelompok warga China, termasuk pasangan yang terbunuh, masuk ke Pakistan dengan visa bisnis, tetapi "alih-alih terlibat dalam kegiatan bisnis, mereka pergi ke Quetta dengan dalih untuk belajar bahasa Urdu tetapi ternyata mengabarkan injil."

China menginvestasi hampir $60 miliar di Pakistan untuk membantu membangun proyek infrastruktur, termasuk jalan raya dan rel kereta-api serta pembangkit listrik. Baluchistan merupakan pusat kerjasama raksasa yang dijuluki sebagai Koridor Ekonomi China-Pakistan, atau CPEC. [ps/al]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG