Tautan-tautan Akses

Lonjakan Jumlah Kasus Baru Corona Tak Terkendali di Korsel


Seorang petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung memasukkan sampel seseorang ke dalam kantong plastik selama pengujian Covid-19 di sebuah klinik darurat di Seoul, Korea Selatan, Jumat, 5 Juni 2020. (Photo: AP/Ahn Young-joon)

Korea Selatan, Kamis (27/8), melaporkan 441 kasus baru virus corona, kenaikan tertinggi dalam satu hari setelah berbulan-bulan dinilai berhasil mengendalikan wabah itu.

Sejumlah pejabat kesehatan menggambarkan situasi terkait virus corona selama dua pekan terakhir ini sebagai krisis terburuk negara itu sejak wabah itu muncul beberapa bulan lalu. Selama dua pekan itu, Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KCDC) melaporkan tambahan hampir 4.000 kasus.

Jumlah kasus baru yang dilaporkan, Kamis (27/8), merupakan peningkatan tertinggi harian sejak 7 Maret, sewaktu negara itu melaporkan 483 kasus baru.

Para pejabat kesehatan memperingatkan, jika laju penularan virus itu tidak melambat, Korea Selatan akan terpaksa memberlakukan kebijakan seperti lockdown.

Mereka mengatakan, peraturan social distancing akan dinaikkan ke tingkat tertinggi, yakni 3. Ini berarti, perusahaan-perusahaan akan kembali dianjurkan bekerja dari rumah, dan pertemuan sosial tidak boleh diikuti lebih dari 10 orang. Jika kebijakan itu tidak diberlakukan, menurut mereka, rumah-rumah sakit akan kewalahan menampung pasien.

KCDC melaporkan, dari 441 kasus yang dilaporkan pada Kamis (27/8), 315 di antaranya ditemukan di kawasan metropolitan Seoul, di mana setengah dari 51 juta warga Korea Selatan tinggal. Para pekerja kesehatan di kawasan metropolitan dilaporkan kesulitan melacak penularan yang terkait dengan berbagai sumber, termasuk gereja, restoran, sekolah dan kantor.

Beberapa kota besar lain, Gwangju, Busan, Daejeon dan Daegu, juga melaporkan kenaikan jumlah kasus yang signifikan. [ab/uh]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG