Tautan-tautan Akses

Enam warga sipil Somalia tewas akibat ledakan ranjau darat hari Minggu (22/10), hanya beberapa hari setelah serangan maut yang menewaskan ratusan orang di negara itu.

Para pejabat di kawasan Lower Shabelle mengukuhkan bahwa dua perempuan dan empat lelaki tewas setelah bom rakitan itu dilindas sebuah minibus di desa Daniga, sekitar 35 kilometer sebelah utara Mogadishu.

Deputi Gubernur Lower Shabelle Ali Nur Mohamed mengatakan para korban adalah pedagang yang membawa hasil pertanian dan sedang dalam perjalanan dari Afgoyeke Bal'ad.

Mohamed mengatakan kelompok militan al-Shabab memasang ranjau-ranjau darat di daerah tersebut karena mereka mendengar pemerintah mungkin merencanakan ofensif militer. Ia memperingatkan para pejabat agar tidak mempublikasikan aktivitas militer. "Ada orang-orang di dalam pemerintahan yang mempublikasikan rencana militer di laman Facebook mereka, mengatakan ini serangan dalam waktu dekat atau mengatakan presiden akan ke Afgoye," ujarnya

Ia mengatakan pasukan keamanan telah menemukan dua ranjau darat lagi hari Minggu di Elasha Biyaha, pinggiran kota Mogadishu, dan mengatakan keduanya telah dijinakkan.

Serangan hari Minggu itu terjadi sekitar sepekan setelah bom truk di ibukota menewaskan sedikitnya 358 orang dan mencederai 228 lainnya. Hampir 60 orang yang belum ditemukan diperkirakan telah tewas.

Hari Minggu, Presiden Mohamed Abdullahi Farmajo terbang ke Uganda untuk meminta bantuan militer sementara pemerintah bersiap-siap menanggapi serangan itu, kata sumber yang dekat dengan pemerintah.

Hari Sabtu, Farmajo mengatakan kepada para anggota militer Somalia bahwa mereka akan berangkat ke garis depan. Ia mengatakan akan bergabung dalam pertempuran itu untuk mendukung para tentara. [uh]

XS
SM
MD
LG