Tautan-tautan Akses

Larangan Hari Valentine Kembali Muncul


Boneka-boneka beruang siap dikirimkan untuk penjualan Hari Valentine, di Vermont, AS. (Foto: Dok)

Namun di Jakarta dan kota-kota lainnya, Hari Valentine terus dikomersialkan lewat diskon dan promosi khusus.

Pihak berwenang di beberapa wilayah di Indonesia telah menyita kondom dan melarang murid-murid sekolah merayakan Hari Valentine, dengan mengatakan bahwa tradisi romantis itu mendorong seks bebas dan tidak sesuai dengan norma budaya.

Di Makassar, polisi merazia toko-toko swalayan dan menyita kondom yang dijual bebas.

"Razia-razia ini dilakukan setelah kami menerima laporan warga bahwa minimarket-minimarket itu menjual kondom secara bebas, terutama pada Hari Valentine," ujar polisi Makassar bernama Jufri yang dikutip media.

Ia menambahkan bahwa para pegawai toko swalayan itu diperintahkan untuk tidak menjual alat kontrasepsi pada remaja, menurut laporan media tersebut.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan Hari Valentine haram pada 2012, mengatakan bahwa hal itu bertentangan dengan budaya dan ajaran Islam.

Namun di Jakarta dan kota-kota lainnya, Hari Valentine terus dikomersialkan lewat diskon dan promosi khusus.

Garuda Indonesia, misalnya, menawarkan diskon 15 persen untuk tiket pesawat minggu ini dan layanan pengantaran dengan sepeda motor menyediakan diskon sepanjang minggu untuk mengirim bunga dan cokelat kepada orang-orang tersayang.

Di Surabaya, pejabat setempat memerintahkan sekolah-sekolah untuk melarang murid-murid merayakan Hari Valentine "di dalam atau luar sekolah" karena bertentangan dengan "norma-norma budaya dan sosial", menurut sebuah salinan surat di laman pemerintah kota.

Surat serupa juga dikirim ke dinas-dinas pendidikan dan sekolah di Jawa Barat, menurut pernyataan di laman pemerintah provinsi.

Jawa Barat dan Aceh sebelumnya telah mengeluarkan larangan perayaan Hari Valentine. [hd]

XS
SM
MD
LG