Tautan-tautan Akses

AS

Laki-laki Florida Mengaku Bersalah Kirim Bom Pipa ke Pengecam Trump


ARSIP - Cesar Sayoc, tampak dalam foto catatan polisi di Minneapolis, Minnesota dalam foto bertanggal 31 Agustus 2005 (foto: Hennepin Country Sheriff Office/Handout via Reuters)

Seorang laki-laki Florida mengaku bersalah telah mengirimkan bom pipa ke beberapa tokoh berpengaruh di Partai Demokrat dan pengecam Presiden Donald Trump pada akhir tahun 2018.

Cesar Sayoc menangis ketika menyampaikan pembelaan di hadapan seorang hakim federal di New York hari Kamis (21/3). “Saya benar-benar minta maaf,” ujarnya sebelum mengaku bersalah atas 65 tuduhan, termasuk menggunakan senjata pemusnah massal dan mengirim bahan peledak yang ditujukan untuk membunuh.

Ia menghadapi kemungkinan hukuman seumur hidup.

Mantan supir stripper (penari telanjang.red) dan pengantar pizza berusia 56 tahun itu ditangkap pada 26 Oktober lalu di Fort Lauderdale, Florida; dan didakwa dengan lima kejahatan federal. Sayoc diketahui tinggal di sebuah mobil van berwarna putih yang di bagian kanannya dihiasi gambar-gambar mereka yang mendukung Trump, sementara di bagian kiri dihiasi gambar-gambar mereka yang mengecam Trump. Ia ditangkap setelah suatu perburuan yang intens.

Sayoc dituduh telah mengirim 16 bom pipa. Beberapa diantaranya dikirim kepada mantan presiden Barack Obama dan Bill Clinton, mantan wakil presiden Joe Biden, mantan menteri luar negeri Hillary Clinton, miliarder George Soros, aktor Robert De Niro, beberapa anggota Kongres dan kantor CNN di New York dan Atlanta. [em]

XS
SM
MD
LG