Tautan-tautan Akses

Kucing Tanpa Gejala Tularkan Virus ke Kucing Lain dalam Tes Laboratorium


Kucing bernama Ivy, milik Robert Mihalik dan Leslie Newman sedang diperiksa oleh dokter hewan yang melakukan kunjungan rumah di tengah pandemi virus corona di Manhattan, New York, 31 Maret 2020.(Foto: Reuters)

Uji laboratorium menunjukkan kucing bisa menyebarkan virus corona ke kucing lainnya tanpa pernah memiliki gejala.

Para ilmuwan yang memimpin penelitian itu, Rabu (13/5), mengatakan uji lab itu menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut tentang apakah virus bisa menyebar dari manusia ke kucing dan kembali lagi ke manusia.

Para ahli kesehatan menepis kemungkinan itu.

Asosiasi Kedokteran Hewan Amerika dalam sebuah pernyataan baru mengatakan hanya karena seekor hewan bisa terinfeksi di laboratorium "bukan berarti dengan mudah akan terinfeksi virus yang sama dalam kondisi alami."

Siapa pun yang khawatir dengan risiko itu harus menggunakan "akal sehat mengenai kebersihan," kata pakar virus Peter Halfmann. Jangan mencium hewan peliharaan dan jaga permukaan agar bersih untuk mengurangi kemungkinan terkena virus apa pun yang dibawa oleh binatang, katanya.

Ia dan rekan-rekannya di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wisconsin memimpin percobaan laboratorium dan mempublikasikan hasilnya, Rabu (13/5) di New England Journal of Medicine. Dana hibah federal membiayai penelitian tersebut.

Para peneliti mengambil virus corona dari manusia dan menginfeksi tiga kucing. Setiap kucing kemudian dicampur dengan kucing lain yang bebas dari infeksi. Dalam lima hari, virus corona ditemukan pada ketiga kucing yang baru terpapar.

Tidak satu pun dari enam kucing itu sebelumnya menunjukkan gejala apapun. [my/ft]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG