Tautan-tautan Akses

KTT Iklim Madrid Berakhir dengan Kekecewaan


Orang-orang meneriakkan slogan-slogan di luar gedung kongres perundingan iklim COP25 di Madrid, Spanyol, 13 Desember 2019. (Foto: AP)
Orang-orang meneriakkan slogan-slogan di luar gedung kongres perundingan iklim COP25 di Madrid, Spanyol, 13 Desember 2019. (Foto: AP)

Pembicaraan iklim terpanjang yang pernah digelar PBB berakhir di Madrid, Minggu (15/12). Negara-negara sepakat meningkatkan komitmen pengurangan karbon tahun depan, tetapi menunda keputusan yang jelas dalam bidang-bidang penting.

Kritikus menuduh beberapa pencemar terbesar di dunia, termasuk Amerika, menghambat kemajuan dalam mengatasi krisis iklim yang terus meningkat.

Dicapai beberapa kemajuan dan kompromi. Uni Eropa, kecuali Polandia, pekan lalu berjanji mencapai nol emisi pada 2050. Delegasi setuju menaikkan rencana pengurangan karbon. Tetapi mereka tidak menyepakati target yang jelas, aturan untuk pasar karbon atau pembiayaan bagi negara-negara miskin untuk beradaptasi dan merespon perubahan iklim. Itu menambah tekanan untuk tahun depan, ketika Perjanjian Iklim Paris 2015 mulai diimplementasikan.

Kritikus menuduh negara-negara dengan emisi besar seperti Brasil, Australia dan Amerika, yang akan keluar dari pakta iklim itu tahun depan, menghalangi kemajuan di Madrid.

Sementara pembicaraan melampaui tenggat waktu Jumat (14/12), aktivis yang frustrasi melakukan aksi membuang kotoran di luar pusat konferensi.

Sebelumnya pada pekan ini, remaja aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg menuduh negara-negara bersiasat dalam menerapkan pengurangan emisi.

Berbicara kepada delegasi ketika KTT Iklim PBB itu selesai, remaja lain yang juga aktivis lingkungan, Sophia Mulwick dari Norwegia, mendesak para pemimpin untuk berbuat lebih banyak. Ia mendesak negara-negara agar tidak mengecewakan anak muda. [ka/jm]

XS
SM
MD
LG