Tautan-tautan Akses

Kritikan Memuncak, PM Inggris Susun Rencana Atasi Wabah Corona


Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengunjungi labortorium di Pusat Kesehatan Masyarakat Inggris setelah lebih dari 10 pasien virus corona terkonfirmasi, di Colindale, utara London, 1 Maret 2020.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan meningkatkan tindakan pemerintah pekan ini untuk memperlambat penyebaran virus corona di seluruh Inggris.

Pemerintah Inggris akan mempercepat rencana untuk memungkinkan warga lansia berdiam di rumah -- kemungkinan selama beberapa bulan -- dan bagi semua keluarga untuk mengarantina diri sendiri, apabila ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala COVID-19.

Dipercepatnya penerapan aturan jaga jarak dengan orang lain menandai perubahan kebijakan ketiga oleh Johnson dalam empat hari terakhir. Langkah itu diambil setelah ratusan ilmuwan, lewat surat terbuka, menuduh pemerintah "berisiko membahayakan lebih banyak nyawa" dengan menunda penerapan upaya jaga jarak sosial.

Mereka mendesak pemerintah untuk mulai menutup tempat-tempat yang banyak penderita corona, menutup sekolah-sekolah dan menangguhkan penerbangan dari negara-negara yang terdampak -- sesuatu yang telah dilakukan negara-negara Eropa lain dan AS.

Johnson mengambil strategi itu sebagian berdasarkan teori "imunitas kelompok," kata para pengkritiknya.

Para penasihat sainsnya pekan lalu mengatakan tidak banyak yang bisa pemerintah lakukan untuk mencegah penyebaran virus itu dan cara terbaik untuk melindungi masyarakat dalam jangka panjang adalah membiarkan sebagian besar populasi terinfeksi, sambil melindungi orang-orang tua dan paling rentan dari virus itu.

Menurut teor tersebut begitu sekitar 60 persen dari populasi terinfeksi, secara teoretis mereka akan menjadi kebal dari penyakit itu, sehingga akan memberikan semacam perlindungan bagi mereka yang tidak kebal karena virus itu akan menyebar lebih lamban atau mati perlahan-lahan. [vm/ii]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG