Tautan-tautan Akses

Kota Trump Timbulkan Keprihatinan akan Satwa Langka


Seorang petani naik sepeda motor di jalan tanah dengan latar belakang Gunung Gede Pangrango, Bogor, Jawa Barat. Foto diambil 8 Maret 2017.

Berselimut kabut dan awan, gunung kembar di taman nasional Gunung Gede Pangrango yang berhutan lebat seolah menjadi penjaga kubu alam terakhir di Pulau Jawa yang begitu padat penduduknya. Ibukota, yang tercemar, terletak dua jam perjalanan di utara, dan dengan properti bermerek Trump dibangun di dekat suaka alam ini, dalam waktu dekat Jakarta mungkin akan terasa lebih dekat lagi.

Dalam empat tahun ke depan, “Kota Trump” akan dibangun di kantong pulau berpenduduk terpadat di Indonesia ini, dengan jalan baru menuju ke sana. Ini merupakan bagian dari rencana yang lebih luas, termasuk taman hiburan besar, yang membuat para pecinta lingkungan khawatir bahwa pembangunan itu menimbulkan dampak berat terhadap beberapa spesies yang paling terancam punah di Nusantara.

Proyek seluas 3.000 hektar itu digagas oleh mitra Presiden Trump di Indonesia, miliarder yang berambisi menjadi presiden Hary Tanoe.

Gunung Gede Pangrango adalah salah satu hutan tropis perawan di Jawa, dimana hanya 2 persen hutan asli masih tersisa. Flora dan fauna dengan keragaman yang mengagumkan menjadi penghuni hutan itu: lebih dari 2.00 jenis pakis, lumut, dan tanaman bunga dan 250 jenis burung. Satwa yang terancam punah mencakup kuskus Jawa (satu-satunya primata berbisa di dunia), monyet daun, macan tutul Jawa (yang populasinya kurang dari 250 ekor), dan elang Jawa serta Owa Jawa.

Di taman nasional ini ada pusat rehabilitasi untuk Owa Jawa yang telah diselamatkan dari perdagangan gelap satwa liar. Owa Jawa yang bertubuh kecil, bermata besar, dan dikenal monogami seumur hidup, populasinya di alam liar kurang dari 4.000 ekor.

MNC Group milik Tanoe akan membangun sebuah hotel Trump berbintang enam lengkap dengan padang golf, country club, kondo mewah, mansion dan villa. Bersama sebuah taman hiburan, hotel-hotel, pertokoan, perumahan, dan sebuah distrik hiburan dan makan malam yang dikembangkan MNC sendiri, tahap pertama “Lido City” akan menggunakan lahan seluas 800 sampai 1.000 hektar.

Visualisasi di website MNC menunjukkan sebuah lembah dengan banyak danau buatan dan sebuah taman hiburan fantasi. Tanoe akan melakukan pembangunan di lahan 2.000 hektar yang tersisa dan telah mengatakan kepada Associated Press bahwa ia ingin melakukan perluasan lebih jauh lagi.

MNC juga membangun jalan bebas hambatan yang memperbaiki akses ke kota-kota sekitar dan Jakarta. Proyek Lido City tidak memerlukan evaluasi dampak lingkungan, meskipun beberapa bagian seperti taman hiburan memerlukannya, kata Tanoe.

Para pejabat taman nasional khawatir pembangunan akan membuat satwa liar lari dan bahwa kota mini yang oleh MNC didengang-dengunkan sebagai perwujudan “Impian rakyat Indonesia bagi hiburan kelas dunia” akan mendatangkan arus manusia dan sampah yang tidak terkendali. Mereka mempertanyakan bagaimana pembangunan akan memenuhi kebutuhan air yang substansial di area yang merupakan wilayah penangkapan air penting bagi 300 juta warga di Jakarta dan sekitarnya.

Namun mereka tidak dapat menentang MNC atau Trump Organization, yang akan mengelola properti bermerek Trump. Proyek itu berjalan tidak soal apakah mereka senang atau tidak dan jalan akses utama ke taman nasional, yang pengunjungnya dibatasi pada 50.000 orang pertahun, melewati lahan milik MNC. Taman nasional, yang merupakan bagian Kementerian Lingkungan dan Kehutanan, telah menandatangani nota kesepakatan dengan MNC mengenai pemvbangunan wisata-lingkungan; baik kementerian maupun MNC tidak menyediakan salinan nota kesepakatan itu.

“Kami masih berdiskusi dengan mereka mengenai cara menghindari pelarian besar-besaran satwa liar selagi pembangunan berlangsung,” kata ketua taman nasional Adison. “Sebelum mereka memulai pembangunan kami ingin mereka beradaptasi dengan bagaimana satwa liar eksis di taman nasional ini. Orang boleh membuka bisnis di sini tetapi harus menghormati tetangga.”

Adison mengatakan para pejabat taman nasional percaya para eksekutif perusahaan mulai memikirkan pelestarian secara serius, mungkin karena keterlibatan Trump Organization telah membuat proyek itu menjadi sorotan.

Sekretaris korporasi MNC mengatakan para eksekutif terlalu sibuk untuk diwawancara dan tidak menjawab pertanyaan yang dikirim lewat email mengenai bagaimana MNC akan memitigasi kerusakan lingkungan. Trump Organization menyerahkan pertanyaan-pertanyaan kepada sebuah perusahaan humas yang tidak memberikan jawaban.

Dalam wawancara bulan Januari Tanoe mengatakan membangun seluruh lahan seluas 3.000 hektar itu akan perlu waktu lebih dari sepuluh tahun dengan biaya dua sampai tiga miliar dolar. Properti Trump akan bernilai lebih dari 300 juta dolar. Memperoleh izin konstruksi untuk tahap pertama adalah “mudah,” kata Tanoe. Padang golf, yang didesain pegolf nomor satu di dunia Ernie Els, sudah mulai dibangun.

Tanoe bermitra dengan Trump Organization sekitar tiga tahun lalu; mereka juga berencana membangun ulang sebuah hotel dan padang golf milik Tanoe di dekat sebuah pura suci di Bali menjadi properti mewah Trump.

Elan Juanda, pegiat lingkungan yang terlibat dalam edukasi di taman nasional Gunung Gede Pangrango mengatakan ia “sangat pesimistis mengenai pelestarian hutan pada waktu proyek dibangun.”

“Adalah mustahil bahwa proyek tidak akan menimbulkan kerusakan pada lingkungan dan perubahan perilaku satwa liar,” tambahnya.

Foto-foto yang diambil dengan kamera tersembunyi selama lebih dari sepuluh tahun menunjukkkan bahwa satwa liar sensitif pada kegiatan manusia, katanya. Foto-foto itu menunjukkan satwa liar, termasuk macan tutul Jawa di bagian-bagian terpencil taman nasional, tetapi hampir tidak pernah di kawasan yang dikunjungi pendaki. Pakar juga mengatakan kebisingan konstruksi akan membuat Owa Jawa di pusat rehabilitasi stress.

Meskipun ini adalah proyek swasta, Lido Cuty sesuai dengan ambisi pemerintah Indonesia untuk menciptakan lebih banyak tujuan wisata yang diharapkan menjadi sepopuler Bali. Dengan lebih dari 250 juta penduduk yang sebagian besar muda dan miskin, Indonesia sangat membutuhkan lapangan kerja.

Anton Ario, manajer program Conservation International, mengatakan taman nasional Gunung Gede Pangrango akan tertekan karena kedatangan pengunjung dan memerlukan area penyangga substansial antara taman dan pembangunan, terutama taman hiburan.

Owa Jawa paling rentan karena mereka adalah mahluk yang cenderung tinggal di satu tempat sehingga alih-alih berpindah tempat mereka akan tetap tinggal dan menderita stress yang dapat berakibat fatal.

Agar efektif, nota kesepakatan perlu ditingkatkan menjadi perjanjian teknis yang mengikat, tegasnya. Demikianpun, penggunaan air akan menjadi keprihatinan besar karena tidak dapat dihindari bahwa paling tidak sebagian air akan berasal dari Gunung Gede Pangrango.

Dalam perspektif yang lebih luas, pembangunan terus-menerus akan memiliki implikasi besar karena taman nasional itu merupakan area penangkap air penting. Jakarta telah mengalami banjir tahunan, dan merusak taman nasional Gunung Gede Pangrango dapat membuat masalah itu menjadi semakin parah, kata Ario.

“Sejujurnya saya harap mereka dapat melakukan pembangunan berkelanjutan,” katanya. “Saya benar-benar mengharapkan itu. Karena area itu sangat dekat dengan taman nasional dan mungkin akan ada dampaknya terhadap lingkungan. Terus terang, saya khawatir mengenai hal itu.” [ds]

XS
SM
MD
LG