Tautan-tautan Akses

Korut Lakukan Uji Coba Misil ke-2 Tahun Ini


Uji tembak rudal hipersonik di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara, 5 Januari 2022. (Foto: KCNA via Reuters)

Korea Utara pada Selasa (11/1) meluncurkan apa yang diduga sebagai misil balistik. Ini merupakan uji coba senjata utama kedua tahun ini, kata pemerintah Korea Selatan dan Jepang.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan Boo Seung-chan mengatakan, “Laporan Kementerian Pertahanan mengenai peluncuran misil terbaru Korea Utara didasarkan pada data intelijen AS dan Korea Selatan. Kedua negara sedang melakukan analisis rinci mengenai peluncuran misil.”

Militer Korea Selatan menyatakan misil Korea Utara tampaknya telah menunjukkan kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan yang diluncurkan Pyongyang pekan lalu.

Korea Utara pada Kamis lalu mengklaim kesuksesan uji coba “misil hipersonik” yang baru dikembangkan, meskipun pemerintah Korea Selatan menyatakan klaim tersebut dilebih-lebihkan.

Menurut Kementerian Pertahanan Korea Selatan, misil terbaru ini menempuh jarak sekitar 700 kilometer pada ketinggian maksimum 60 kilometer. Kementerian itu menyebutkan misil itu diluncurkan dari daerah di bagian barat laut, sama seperti pada peluncuran pekan lalu .

Misil itu mendarat di laut di luar zona ekonomi eksklusif Jepang, tanpa kerusakan yang dilaporkan, kata kantor berita Jepang Kyodo hari Selasa.

AS dan Negara-negara Lain Mengutuk

Uji coba terbaru ini dilakukan hanya beberapa jam setelah Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan tertutup untuk membahas peluncuran misil oleh Korea Utara.

Pada pertemuan itu, AS dan lima anggota Dewan Keamanan lainnya mengutuk uji coba tersebut, dengan mengatakannya sebagai “ancaman signifikan terhadap stabilitas regional.”

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida berbicara kepada media di kediaman resminya di Tokyo, Jepang 24 November 2021. (Foto: Kyodo/via REUTERS)
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida berbicara kepada media di kediaman resminya di Tokyo, Jepang 24 November 2021. (Foto: Kyodo/via REUTERS)

PM Jepang Fumio Kishida pada Selasa (11/1) menyebut peluncuran itu “sangat disesalkan.” Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan juga menyatakan “penyesalan kuat.”

Korea Utara belum mengukuhkan uji coba terbaru. Negara itu biasanya memberikan rincian mengenai peluncurannya sewaktu surat kabar pemerintah diterbitkan keesokan harinya.

Dalam pidato akhir tahunnya, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berbicara mengenai perlunya meningkatkan kemampuan pertahanan negaranya “tanpa menunda sesaat pun.”

Sejak memulai kembali uji coba misil utamanya tahun 2019 setelah gagalnya pembicaraan dengan AS, Korea Utara telah mengungkapkan beberapa sistem senjata jarak pendek yang dirancang untuk membuat kewalahan atau menghindari pertahanan misil AS dan sekutu-sekutunya.

Banyak di antara uji coba Korea Utara belakangan ini yang berfokus pada pengembangan platform bergerak baru untuk tempat peluncurannya, seperti kapal selam dan kereta api. [uh/ab]

Recommended

XS
SM
MD
LG