Tautan-tautan Akses

Korut Jadi Tersangka dalam Serangan Dunia Maya WannaCry


Screenshot layar peringatan adanya serangan ransomware oleh pengguna komputer di Taiwan, 13 Mei 2017. (AP Photo/Mark Schiefelbein, File)

Pakar keamanan dunia maya mengakui adanya bukti teknis lemah yang menghubungkan Korea Utara dengan serangan dunia maya "WannaCry" secara global, namun Pyongyang memiliki kemampuan dan motif untuk melakukan “pemerasan” dengan mengirim virus untuk menuntut uang tebusan “ransomware” itu sebagai kompensasi atas hilangnya pendapatan karena sanksi ekonomi Dewan Keamanan PBB.

Sejak Jumat, virus perangkat lunak "WannaCry" telah menginfeksi lebih dari 300.000 komputer di 150 negara, melumpuhkan pabrik, bank, instansi pemerintah, rumah sakit dan sistem transportasi di berbagai negara di dunia.

Hari Senin para analis dari perusahaan keamanan dunia maya Symantec and Kaspersky Lab yang berbasis di California mengatakan beberapa kode dalam versi awal perangkat lunak "WannaCry" juga muncul dalam program yang digunakan oleh Lazarus Group, yang telah diidentifikasi oleh para pakar industri sebagai operasi peretasan milik Korea Utara.

“Saat ini kami telah menemukan beberapa hal yang kami sebut indikator lemah atau hubungan lemah antara 'WannaCry' dan kelompok ini yang sebelumnya dikenal sebagai Lazarus. Lazarus berada di balik serangan terhadap Sony dan bank-bank Bangladesh. Tapi indikator ini sama sekali tidak cukup untuk secara definitif mengatakan bahwa pelaku serangan ini adalah Lazarus," kata periset Symantec Eric Chien. [lt]

XS
SM
MD
LG