Tautan-tautan Akses

Serangan 'Ransomware' Berasal dari Dokumen NSA yang Bocor


Pasien Rumah Sakit Kanker Dharmais di Jakarta harus menunggu, karena serangan malware telah mengganggu sistem pendaftaran dan pencarian data-data pasien, Senin (15/5).

Pakar-pakar keamanan dunia maya mengatakan, peretas yang melancarkan serangan minta tebusan atau ransomware yang diberi nama “Wannacry” menggunakan kelemahan yang berasal dari dokumen pemerintah Amerika yang dibocorkan online.

Akhir pekan yang baru lalu, presiden perusahaan perangkat lunak Microsoft Brad Smith mengatakan, Dinas mata-mata Amerika, National Security Agency atau NSA mengembangkan kode yang digunakan untuk melancarkan serangan itu.

“Serangan ini adalah sebuah contoh lagi mengapa penyimpanan kelemahan-kelemahan atau vulnerability perangkat lunak oleh pemerintah bisa menimbulkan masalah,” kata Smith dalam sebuah pernyataan.

Tapi Tom Bossert, penasihat keamanan dalam negeri Presiden Trump mengatakan, serangan itu dilancarkan oleh ”orang-orang jahat” dan bukan oleh pemerintah Amerika.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan serangan itu tidak ada hubungannya dengan Rusia, dan Putin mengutip pernyataan Microsoft yang menyalahkan NSA sebagai penyebab serangan malware yang melumpuhkan ratusan ribu komputer diseluruh dunia.

Serangan virus “Wannacry” itu selain melumpuhkan rumah-rumah sakit di Inggris, toko dan sekolah-sekolah, juga mengakibatkan terhentinya produksi mobil di Perancis dan Rumania yang membuat mobil Renault.

Korban lain adalah pabrik mobil Nissan di Inggris, jaringan kereta api di Jerman dan juga perusahaan ekspedisi internasional FedEx.

Serangan ransomware itu dimungkinkan karena adanya kelemahan dalam operating system Windows yang lebih tua. Majalah komputer PC World melaporkan bahwa sejak beberapa waktu telah dicurigai virus Wannacry itu berasal dari koleksi hacking tools atau perangkat lunak untuk meretas, yang dicuri oleh kelompok peretas bernama Shadow Brokers dari NSA dan dibocorkan lewat internet.

Virus Wannacry itu katanya memanfaatkan alat peretas yang dikembangkan oleh NSA, yang bernama EternalBlue untuk meretas komputer-komputer Windows yang lebih tua dan belum di update softwarenya.

Serangan malware itu juga menghantam jaringan komputer di sebuah rumah sakit di Jakarta, sehingga mengganggu pendaftaran pasien dan pencarian data-data pasien. [ii]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG