Tautan-tautan Akses

Korsel Tidak Menerima Korut yang Bersenjata Nuklir


Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berpidato di hadapan Kongres Korsel, 1 November 2017.
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berpidato di hadapan Kongres Korsel, 1 November 2017.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan negaranya tidak akan pernah menerima Korea Utara yang bersenjata nuklir.

Dalam pidatonya di parlemen hari Rabu (1/10), Presiden Moon juga menolak gagasan Korea Selatan mengembangkan senjata nuklirnya sendiri atau memiliki senjata nuklir dan menyatakan bahwa kedua negara hendaknya mematuhi deklarasi bersama yang dicapai tahun 1992 untuk membebas-nuklirkan semenanjung Korea.

Pernyataan presiden itu menolak tuntutan oposisi dalam parlemen agar menempatkan kembali senjata nuklir taktis Amerika di wilayah Korea Selatan untuk menghadapi ancaman yang meningkat dari negara komunis saingannya itu, yang melakukan percobaan nuklir ke-6 bulan September lalu.

Percobaan misil balistik dan nuklir yang terus-menerus oleh Pyongyang dengan tidak memperdulikan sanksi internasional, telah menimbulkan perang kata-kata antara Pyongyang dan Presiden Amerika Donald Trump, yang secara terbuka mengancam akan meluncurkan tindakan militer terhadap Korea Utara.

Tetapi, Presiden Moon menyatakan lagi tekad sebelumnya bahwa tidak akan ada tindakan militer diambil di semenanjung itu tanpa izin Seoul, dengan mengatakan terserah kepada Korea Selatan-lah menentukan nasibnya sendiri.

Kedua pihak pernah berperang tahun 1950 sampai tahun 1953 yang diakhiri dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian, yang membuat kedua negara secara teknis masih dalam keadaan perang. [gp]

Recommended

XS
SM
MD
LG