Tautan-tautan Akses

Kelompok HAM Korsel Gunakan Satelit untuk Laporkan Kekejaman Korut


Rezim Korea Utara banyak melakukan pelanggaran HAM (foto: ilustrasi).

Sebuah laporan Korea Selatan yang menggunakan teknologi canggih untuk menunjukkan kekejaman Korea Utara, menandai sebuah langkah maju penting dalam mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia dan untuk menetapkan penuntutan pada masa depan.

Laporan pendahuluan Kelompok Kerja Transisi yang dirilis awal pekan ini menunjukkan lebih dari 300 lokasi eksekusi dan 47 tempat pemakaman di Korea Utara.

Dengan menggunakan pemotretan satelit Google Earth dan kesaksian dari 375 pembelot Korea Utara, kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Seoul memusatkan perhatian untuk mendokumentasikan kekejaman Korut sebagai "langkah awal yang penting dalam mengejar pertanggungjawaban atas kejahatan HAM" yang dilakukan di negara itu selama beberapa dasawarsa di bawah rejim keluarga Kim yang berdiri sejak tahun 1948.

Kelompok itu mengatakan, mereka memutuskan untuk tidak mengungkapkan lokasi yang tepat dari lokasi yang sensitif agar rezim Korea Utara tidak mengutak-atik bukti-bukti.

"Situs pembunuhan dan penguburan massal cenderung meninggalkan jejak dan bukti ilmiah dan nyata," kata Lee Younghwan, yang memimpin Kelompok Kerja Keadilan Transisi.

"Melalui laporan ini, saya berharap orang-orang yang melakukan kekejaman menyadari bahwa semua tindakan mereka dipantau dan dicatat secara rinci dan suatu hari nanti mereka akan menghadapi konsekuensi atas pelanggaran yang mereka lakukan." [ps/al]

XS
SM
MD
LG