Tautan-tautan Akses

Korban Tewas akibat Banjir Lumpur di Sierra Leone lampaui 400 orang


Relawan mengubur peti-peti mati dalam pemakaman massal untuk para korban banjir bandang dan banjir lumpur di pemakaman di Freetown, Sierra Leone, 17 Agustus 2017 (foto: AP Photo/Manika Kamara)

PBB Jumat menyatakan jumlah korban tewas akibat banjir lumpur di ibukota Sierra Leone, Freetown, telah melebihi 400 orang.

Enam ratus orang lainnya masih belum diketahui keberadaannya, sementara para petugas berusaha mencari mayat-mayat lainnya dari lumpur tebal dan puing-puing rumah yang hancur dihantam lumpur. Upaya tersebut terhambat oleh hujan, yang menurut ramalan cuaca masih akan turun hingga beberapa hari mendatang.

Pemerintah mulai menguburkan mayat-mayat yang telah ditemukan pada hari Kamis.

Presiden Sierra Leone Ernest Bai Koromo menyampaikan ucapan belasungkawa dan dukungannya dalam sebuah acara pemakaman.

Pemerintah memperingatkan tentang ancaman baru dari sebuah celah besar yang terbuka di lereng gunung, di mana warga diberitahu untuk mengungsi.

Sierra Leone telah meminta bantuan internasional dan mengatakan pihaknya berupaya sebisa mungkin untuk mengatasi wabah penyakit mematikan, sementara organisasi hak asasi manusia, Amnesty International mengeluarkan pernyataan yang menuduh pemerintah tidak belajar dari insiden serupa pada masa lalu. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG