Tautan-tautan Akses

AS

Kontroversi Pernyataan Trump Terkait Kematian Tentara AS di Niger Terus Berlanjut


Myeshia Johnson menangis di atas peti yang membawa jenazah suaminya Sgt. La David Johnson, yang terbunuh dalam serangan di Niger, di Miami, Florida, 17 Oktober 2017. (Foto: videograp).

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah cerita legislator Florida mengenai pembicaraannya dengan janda salah satu tentara yang tewas di Niger 4 Oktober lalu. Anggota DPR Frederica Wilson mengatakan ia mendengar pembicaraan Trump dengan istri Sersan Angkatan Darat La David Johnson dan menilai pernyataan Trump itu tidak sensitif.

Kontroversi ini membakar kemarahan yang dipicu pernyataan Trump sebelumnya bahwa para presiden pendahulunya, tidak seperti dirinya yang suka menelpon keluarga tentara yang tewas saaat bertugas. Bahkan sebelum itu, dalam kampanye presiden tahun lalu, Trump sempat memprovokasi keluarga Gold Star atau keluarga yang anggotanya tewas saat menunaikan tugas militer. Ketika itu Trump mengatakan, ibu kelahiran Pakistan dari seorang tentara AS yang gugur di Irak tidak boleh berbicara di hadapan publik.

Anggota DPR dari Florida Frederica Wilson mengatakan, ia sedang berada di mobil bersama janda Johnson yang sedang hamil ketika menerima panggilan Trump melalui telepon. Ia mendengar Trump mengatakan, Johnson tahu resiko kematian yang dihadapinya, tapi ketika itu terjadi, terasa menyakitkan.

"Anda tidak boleh mengatakan kepada janda yang sedang berduka bahwa suaminya bersedia untuk mati,” kata Wilson.

Trump, Rabu (18/10), membantah, itu kata-katanya kepada janda Johnson.

"Saya tidak mengatakan seperti apa yang ditudingkan anggota Kongres itu. Sama sekali tidak. Ia tahu itu, dan ia tahu saya tidak mengatakan itu. Saya tidak mengatakan apa yang ia katakan dan saya ingin ia kembali membuat pernyataan.”

Namun Wilson bersikukuh pada pernyataan awalnya.

Anggota DPR Frederica Wilson di Miami Gardens, Florida, 18 Oktober 2017.
Anggota DPR Frederica Wilson di Miami Gardens, Florida, 18 Oktober 2017.

"Coba ungkap transkripnya. Tidak hanya saya yang berada di dalam mobil itu. Tidak ada alasan untuk berbohong mengenai pembicaraan telepon itu,” ujarnya.

Ibu La David Johnson mengukuhkan pembicaraan itu ke surat kabar The Washington Post. Namun, Gedung Putih mengatakan, Rabu (19/10), tidak ada transkrip. Kepala Staf John Kelly, yang mendengar langsung pembicaraan itu, mengatakan, apa yang disampaikan Trump itu pantas.

Juru Bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengungkapkan apa yang dikatakan Kelly.

"Ia berpendapat pembicaraan telepon itu sopan dan presiden melakukan hal yang terbaik dalam situasi itu, untuk menyampaikan ungkapan turut berduka cita atas nama negara,” kata Sarah Huckabee Sanders.

Trump dikecam karena dinilai lambat menanggapi tewasnya empat tentara AS di Niger. Ia membela diri dengan mengecam para pendahulunya.

"Kalau Anda perhatikan Presiden Obama dan presiden-presiden lainnya, kebanyakan dari mereka tidak menelpon. Saya suka melepon pada saat yang pantas, pada saat saya merasa bisa melakukannya.”

Ketika para pembantu sejumlah mantan presiden membantah pernyataan itu, Trump menyiratkan dalam sebuah wawancara televisi Presiden Obama tidak menelpon Kelly setelah putranya dinyatakan tewas di Afghanistan pada 2010. Kelly tidak mengeluarkan komentar, namun dilaporkan, ia dan istrinya menghadiri jamuan sarapan pagi keluarga-keluarga Gold Star di Gedung Putih pada 2011 dan duduk satu meja dengan ibu negara.

Presiden Trump sesumbar mengenai pentingnya militer AS dan mendukung peningkatan anggaran militer, namun tanggapannya terhadap kematian tentara memicu kecaman keras. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG