Tautan-tautan Akses

Kontak Senjata Dengan KSB di Intan Jaya Papua, 2 Prajurit TNI Gugur 


Proses evakuasi salah satu korban penembakan di Kabupaten Intan Jaya, Papua, yang terjadi pada 26 Oktober 2019. Kemarin, 17 Desember 2019, kembali terjadi kontak senjata antara KKB dan TNI, menewaskan dua prajurit TNI. (Foto: Kapendam XVII/Cenderawasih)

Dua prajurit TNI gugur saat kontak tembak dengan Kelompok Separatis Bersenjata (KSB). Salah satu prajurit yang tewas tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. 

Kontak tembak antara Satgas Penegakan Hukum (Gakum) TNI dengan Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) terjadi di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Selasa (17/12) sekitar pukul 15.30 WIT.

Dua prajurit TNI, yaitu Serda Rizky dan Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar, gugur dalam baku tembak itu.

Diketahui Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar berasal dari Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Dia merupakan anak dari Aiptu Rukur Sidabutar, Kasi pelayanan teknologi komunikasi dan informasi kepolisian (Tipol) di Polres Dairi. Humas Polres Dairi, Ipda Donny Saleh membenarkan Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar gugur usai kontak senjata dengan KSB di Intan Jaya.

"Itu (jenazah) diterbangkan dari Timika ke Jakarta. Kemudian pukul 20.00 WIB baru diterbangkan ke Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara," kata Donny saat dihubungi VOA, Rabu (18/12).

Menurut Donny, jenazah Lettu Inf Erizal Zuhri akan dikebumikan besok, Kamis, pukul 14.00 WIB di Taman Makam Pahlawan Panji Sibura-bura, Sidikalang, Kabupaten Dairi. Pangkat Erizal dinaikkan menjadi Kapten Inf. (anumerta).

"Jenazah rencananya akan dikebumikan secara militer, diperkirakan Dandim Kopassus sebagai inspektur upacara. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Bagaimanapun ini adalah keluarga besar kami Polres Dairi," jelasnya.

Suasana di rumah duka Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar di Asrama Polres Dairi, Sumatera Utara, Rabu, 18 Desember 2019. (Foto: Humas Polres Dairi)
Suasana di rumah duka Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar di Asrama Polres Dairi, Sumatera Utara, Rabu, 18 Desember 2019. (Foto: Humas Polres Dairi)

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto belum bisa merinci informasi terkait kontak tembak antara TNI dengan KSB. Namun, Eko membenarkan ada laporan kontak tembak dengan KSB di Distrik Sugapa.

"Informasi sementara memang ada korban, mohon maaf saya tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait laporan ini. Kami sedang berusaha mengumpulkan keterangan yang ada secara resmi. Kami belum terima laporan masih pengecekan di lapangan. Tentunya berdasarkan laporan yang otentik," katanya kepada VOA.

TNI dalam pernyataan yang diunggah di laman resmi mengatakan telah terjadi kontak tembak antara Satgas Penegakan Hukum (Gakum) TNI bersama Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Sugapa. Dua prajurit TNI itu gugur saat melaksanakan tugas dalam menjamin keamanan warga Papua.

Satgas Gakum TNI bersama Polri sebelumnya beberapa kali mendapat informasi dari warga masyarakat Distrik Sugapa tentang adanya gangguan keamanan berupa intimidasi, kekerasan fisik, perampokan, pemerkosaan dan perampasan serta penjarahan harta benda yang dilakukan oleh KSB. Diduga adalah pelaku penembakan terhadap tiga tukang ojek pada bulan Oktober 2019.

Kemudian, untuk melindungi keselamatan dan memberikan rasa aman kepada warga terutama menjelang perayaan Natal, Satgas Gakum TNI bersama Polri meningkatkan kegiatan patroli pengamanan di tempat yang diduga menjadi basis kegiatan KSB. Pada saat melaksanakan patroli keamanan, terjadi kontak tembak yang menewaskan Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar dan Serda Rizky.

Pascakontak tembak, Satgas Gakum TNI-Polri terus melakukan pengejaran untuk menangkap kelompok kriminal bersenjata yang melarikan diri ke dalam hutan dan memastikan terjaminnya keamanan masyarakat menjelang perayaan Natal. [aa/ft]

Lihat komentar (7)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG