Tautan-tautan Akses

AS

Kongres Capai Kesepakatan soal Tembok, Trump Tidak Gembira


Presiden AS Donald Trump “tidak gembira” dengan kesepakatan Kongres soal pendanaan tembok perbatasan yang hanya seperempat dari permintaan Trump.

Tim perunding di Kongres telah mencapai “perjanjian prinsip” untuk mendanai pembangunan penghalang baru di sepanjang perbatasan Amerika-Meksiko dan mencegah terjadinya penghentian sebagian operasi pemerintah federal pada akhir minggu ini. Tetapi Presiden Donald Trump mengatakan “tidak gembira” dengan kesepakatan dan tembok perbatasan “yang sedang dibangun.”

“Saya tidak dapat mengatakan saya senang. Saya tidak dapat mengatakan saya gembira,” ujar Trump di Gedung Putih, Selasa (12/2).

Trump menyampaikan hal itu dalam rapat kabinet Gedung Putih Selasa (12/2) setelah sekelompok anggota parlemen bipartisan menuntaskan perjanjian Senin (11/2).

Sejumlah asisten anggota Kongres mengatakan perjanjian itu mencakup 1,375 miliar dolar untuk membangun 88 kilometer pagar baru di perbatasan, atau sekitar seperempat dari 5,7 miliar dolar yang diminta Presiden Trump untuk pembangunan tembok. Anggaran yang disepakati itu juga digunakan untuk meningkatkan teknologi pemindaian di pintu-pintu masuk perbatasan, penempatan lebih banyak petugas bea cukai dan bantuan kemanusiaan.

Perjanjian itu dicapai pada saat yang sama ketika Presiden Trump berpidato di perbatasan El Paso, Texas, guna meyakinkan perlunya pembangunan tembok perbatasan itu. “Kita mungkin akan punya sedikit kabar baik, tapi siapa tahu,” ujarnya, dan menambahkan “Kita membutuhkan tembok perbatasan dan hal itu harus dibangun dengan cepat.”

Kesepakatan yang dicapai itu – jika Kongres menyetujui dan Trump menandatanganinya – akan menyudahi potensi penghentian sebagian operasi pemerintah selama tiga minggu, mulai Jum’at (15/2) tengah malam. Tembok baru itu akan dibangun di Lembah Rio Grande, di bagian selatan Texas.

Pemimpin minoritas Senat dari faksi Demokrat Chuck Schummer mengatakan, “Saya menyerukan agar presiden menandatangani kesepakatan ini. Tidak seorang pun mendapatkan semua hal yang diinginkan dalam kesepakatan ini. Tetapi presiden harus menandatanganinya dan tidak melakukan penghentian sebagian operasi pemerintah lagi.”

Sementara pemimpin mayoritas Senat dari faksi Republik Mitch McConnell mengatakan sedang mengkaji rincian perjanjian itu, tetapi berharap Senat akan segera melangsungkan pemungutan suara. (em)

XS
SM
MD
LG