Tautan-tautan Akses

Komisi DK PBB Masukkan Ulama Pakistan dalam Daftar Teroris Global


Maulana Masood Azhar, Ulama garis keras Pakistan, Kepala organisasi militan Jaish-e-Mohammed (foto: dok).

Komisi Dewan Keamanan PBB hari Rabu (1/5) memasukkan seorang pemimpin sebuah kelompok militan terlarang di Pakistan dalam daftar hitam sanksi setelah kelompok itu mengklaim bertanggungjawab terhadap serangan bunuh diri di wilayah Kashmir yang disengketakan Februari lalu. Serangan itu menewaskan 40 tentara India.

Sanksi terhadap Masood Azhar itu dipastikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Mohammad Faisal dalam sebuah konferensi pers di Islamabad. Sanksi ini mencakup larangan bepergian, pembekuan aset dan embargo senjata.

ISIS dan Al Qaida adalah dua organisasi yang ada dalam daftar hitam sanksi Dewan Keamanan PBB itu.

China, sekutu setia Pakistan, telah dalam beberapa kesempatan sejak 2009 mencegah komisi itu memasukkan Masood Azhar, pendiri JeM, dari daftar hitam sebagai kelompok teroris global.

Amerika Serikat, Perancis, dan Inggris awal pekan ini bersama-sama meminta komite sanksi menjatuhkan larangan bepergian ke luar negeri kepada Azhar, membekukan aset dan embargo senjata untuk mempromosikan terorisme internasional atas nama organisasi teroris Al-Qaida dan Taliban.

India beberapa bulan ini telah mengintensifkan lobi untuk memasukkan Azhar dalam daftar hitam itu setelah pembunuhan tentara mereka. India menuduh JeM merencanakan serangan teroris di negaranya, termasuk pemboman mobil bunuh diri pada 14 Februari di distrik Pulwama di wilayah Kashmir yang disengketakan, menewaskan 40 personil keamanan India. Serangan itu meningkatkan ketegangan militer, membawa kedua negara yang bersenjata nuklir itu, India dan Pakistan menuju ke peperangan.

Pejabat senior Departemen Luar Negeri AS memuji komite sanksi Dewan Keamanan AS, dan mengatakan kelompok itu bertanggung jawab atas serangan teroris 14 Februari di Kashmir. (ps)

Recommended

XS
SM
MD
LG